Kabar Rholaz

Gandi Soni Wicaksono Tutup Usia

IKARHOLAZ kehilangan alumni terbaiknya. Setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, Gandi Soni Wicaksono akhirnya berpulang pada Kamis pagi (1/10/2020).

Almarhum Gandi Soni Wicaksono aktif berperan di koorganisasian Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Almarhum sempat menjabat sebagai koordinator Bidang Hukum dan Keorganisasian selama 2 tahun hingga kemudian dipindah ke Bidang Humas untuk menunjang kebutuhan informasi publik organisasi.

Selain itu, almarhum juga aktif sebagai pengasuh di Komunitas Mata Hati (KMH), sebuah komunitas penyandang disabilitas, tuna netra. Beberapa kesempatan Almarhum mengajak Komunitas Mata Hati untuk turut berkontribusi dalam acara IKARHOLAZ.

Jam terbangnya dalam dunia kepenyiaran, IKARHOLAZ sempat menghadirkan pria yang bekerja sebagai Komisioner di KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jatim menjadi salah satu inspirator dalam program “Kelas Inspirasi”.

Mengenang kepergiaannya, sebuah sajak dibuat seorang sahabat dekat beberapa jam setelah mendengar Almarhum wafat.

Saat semua dg bangga memamerkan Hartanya, kau hanya tersenyum saja.
Saat mereka dg bangga memamerkan jabatannya, dan kau dg bangga memperkenalkan anak2 asuhmu yg tuna netra.
Aku terpana dan terdiam.
Kau begitu mulia.
Kau begitu ceria, tanpa pernah merasa hina.
KAU…. LUAR BIASA BRO!

Aku menangis tertahan mendengar kau meninggal.
Kau begitu cepat pergi.
Meninggalkan kami.
Yg diam2 mengagumi diri.
Dengan ketulusan yg penuh kasih.
Diam… Dg senyum dan tidur tenang, kau pergi menghadap illahi.

Bro, gue malu.
Malu dg ketenangan mu.
Malu dg ketulusan hatimu.
Kau rawat anak anak tuna netra dg penuh kasih.
Kau peluk mereka dg ketulusan hati.
Akankah gue bisa seperti mu Bro?
Yg tak pernah memikirkan diri dan duniawi.

Selamat jalan kawan.
Bahagialah di sisi Allah SWT.
Karena loe pantas berada di surga nya.

Aamiin

IKARHOLAZ Terbitkan QRIS untuk Infaq Umum masjid

Alhamdulillah, telah terbit QRIS perdana IKARHOLAZ bertema masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya. Penerbitan QRIS ini untuk mengakomodasi alumni yang ingin berkontribusi ke masjid menggunakan e-wallet (bca mobile, gopay, ovo, dana, link aja, dll).

QRIS perdana terkait masjid Al Ikhlas SMPN 12 ini bersifat infaq umum. Tidak dikhususkan untuk pembangunan saja, namun apapun yang berkaitan dengan masjid, seperti pengadaan sarana dan prasarana, kegiatan untuk memakmurkan masid, dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, QRIS dikembangkan industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Tutus Eko, Alumni 90, Meninggal Dunia

Tahun baru duka baru bagi Alumni 90. Salah satu rekannya, Tutus Eko Rifison meninggal dunia pada Selasa, 7 Januari 2020 sekitar pukul 23.00 dan akan dimakamkan keesokan harinya pada 8 Januari 2020 di Keputih, Surabaya pukul 09.00.

Kabar duku diketahui pertama dari adik almarhum Tutus yang juga merupakan alumni SMPN 12 lulusan 96. Tak heran banyak alumni 96 yang turut hadir di rumah duka disamping dari alumni 90 sendiri.

Sejumlah pengurus turut juga hadir di rumah duka di kompleks Alam Gunung Anyar Surabaya (Belakang PolTek Pelayaran), diantaranya Dini Herawati, Heryajati, Agsan, Mbak Wiwink, dan Subantoro. Hadir pula rekan-rekan sesama alumni SMPN 12 seperti Maryono, Retha, Saiful, dan lain-lain.

Berbagai doa dilayangkan untuk almarhum salah satunya dari Marjuki, mantan guru legend SMPN 12.

“Selamat jalan Tutus, kamu orang baik. Baik dalam pergaulan sesama teman maupun dalam perbuatan, tak doakan smg semua amal ibadahmu diterima Allah swt dan husnul khotimah. Amiinn ya Allah amin.” Ucap guru yang juga merupakan penggagas IKARHOLAZ.