2ndAnniversary

Live Report Tasyakuran bersama E-Station Surabaya

Ada yang berbeda dari tasyakuran tahun ini dengan sebelumnya. Jika sebelumnya tasyukuran bisa dihadiri banyak orang dan tampil offair di dalam Mall, tahun ini acara hanya boleh dihadiri terbatas, dan di masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya.

Keterbatasan tak membuat panitia bekerja ala kadarnya. Agar acara bisa disaksikan banyak orang di luar, panitia menggandeng E-Station untuk menyiarkan acara secara live. Ucapan terima kasih layak diberikan ke Aries Widojoko, owner E-Station. Alumni 85 yang berposisi sebagai Humas IKARHOLAZ itu berkenan memberikan slot waktu E-Station untuk kegiatan IKARHOLAZ.

Dalam siaran ini, bertindak sebagai HOST adalah Prita Indradewi, alumni 92, dibantu Agsan 94 dan Novi C Lanang 93 sebagai kameramen. Sedangkan di studio E-Station sendiri, acara dipandu oleh Yohan, penyiar E-station dan Yosef Abrijanto, alumni 85.

Sambutan Tasyakuran 2nd Anniversary, Ketua Umum tegaskan tidak ada pengurus keluar karena masalah integritas

November bukan saja menjadi bulan bersejarah bagi kota Surabaya, namun juga bagi segenap alumni SMPN 12 Surabaya yang tersebar diberbagai penjuru tanah air dan manca negara. Karena di bulan November, tepatnya tanggal 11 November 2018 Ikatan Alumni SMPN 12 resmi berdiri. Pendirian IKARHOLAZ disahkan melalui Akta Notaris lengkap dengan isi AD ART Organisasi.

Sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pendiri yang telah berjuang mewujudkan organisasi, Jumat siang (13/11/2020) pengurus IKARHOLAZ mengadakan tasyakuran di Masjid SMPN 12 Surabaya. Lokasi masjid dipilih karena bersamaan dengan syukuran akan dilakukan serah terima donasi Cinta Masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara syukuran dikemas sederhana mengingat status kota yang belum lepas dari ancaman covid-19. Panitia juga membatasi peserta tak lebih dari 40 orang. Menurut Pak Nur, HUMAS SMPN 12, peserta syukuran wajib menerapkan protokol covid seperti pemakaian masker dan social distancing.

Acara digelar di halaman masjid pukul 11.30 di sekolah dengan diawali sholat Jumat bersama di masjid belakang sekolah. Usai sholat jumat, dilakukan prosesi serah terima donasi kepada perwakilan sekolah kemudian berlanjut pemotongan tumpeng, makan siang bersama, dan doa.

Sesi serah terima telah diserahkan dana Rp 11.500.000 (ada fotonya) ,- kepada perwakilan sekolah. Dana itu adalah hasil patungan para alumni yang dikumpulkan lewat 3 jalur donasi, QRIS, aplikasi Galang Dana, dan Transfer Manual.

Diketahui sebelumnya, Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat/Almamater membuka program galang dana lewat Program Gotong Royong Tuntaskan Pembangunan Masjid Al Ikhlas SMPN 12. Tak sampai 2 hari terkumpul dana masuk sekitar 11,5 juta. Sekiranya cukup untuk menuntaskan pembangunan yang kurang fasilitas wudlu pria serta sedikit renovasi untuk bagian putri.

Dalam acara ini, panitia juga mengundang para pembina dan penasehat, termasuk guru-guru SMPN 12 Surabaya. Dwi Rahmawati, wakil ketua sekaligus koordinator acara mengaku bersyukur akhirnya acara bisa terselenggara di tengah masa sulit pandemi yang belum juga reda. Dikatakannya, bahwa pengurus telah memberikan tenaga dan pikiran terbaiknya dengan segala kekurangan dan kelebihan.

“Dalam kepengurusan ada ketidakcocokan, beda pendapat, itu adalah hal biasa mengingat kita semua baru berinteraksi dan dari berbagai background.” Kata Dwi.

Menyelami berbagai dinamika yang terjadi selama 2 tahun ini, dalam sambutannya, Arry Pribawanto ketua umum IKARHOLAZ, tidak menampik beberapa anggotanya keluar. Namun anggota yang mengundurkan diri murni karena alasan pribadi masing-masing.

“Tidak ada satupun pengurus IKARHOLAZ yang keluar karena masalah integritas.” Tegasnya menanggapi isu yang berkembang.

Selanjutnya Cak Arry berharap agar semua pengurus untuk lebih bersabar dan bijaksana dalam berkomentar di sosial media, baik Whatsapp maupun Telegram.