IKARHOLAZ Santuni Anak Yatim, Disabilitas, dan Keluarga Almarhum/mah Alumni SMPN 12

Para alumni SMPN 12 Surabaya yang tergabung dalam Ikarholaz mengadakan serangkaian kegiatan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas melalui ‘Gebyar Ikarholaz Berbagi’ di Atrium Grand City Mall Surabaya, Sabtu (11/5/2019) lalu. Sekitar 70 anak yatim piatu dari yayasan Al-Musthofa. Waru, Sidoarjo asuhan Putut (alumni Rholaz 80), yayasan Cahaya Insani Gubeng, asuhan Zaenal (alumni Rholaz 88), dan penyandang disabilitas Mata Hati bimbingan Gandi (alumni Rholaz 85) diundang dalam kegiatan tersebut.

Memaknai Ramadhan Kareem, lantunan tahfidz Al-Quran dari anak penyandang disabilitas komunitas Matahati tampil membuka acara. Semangat dari anak penyandang disabilitas dalam melantunkan ayat Al-Quran tidak kalah dengan anak- anak normal pada umumnya. Heri, anak tuna netra berusia 10 tahun yang telah menghafal 18 Juz didapuk ke atas panggung untuk melantunkan ayat Al Quran bersama Syifa (7) yang menderita tuli, dan Syauqi (9) yang mengalami Down Syndrome.

Gandi Wicaksono (alumni 85) menemani Heri (10) dan Syifa (7), pengidap tuli, serta Syauqi (9) down Syndrome melantunkan ayat suci Al-Quran diatas panggung Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Usai melantunkan ayat suci, acara dilanjutkan dengan suguhan musik dari Alfian Andika, Antro UA, Prana Carenza Bagaskara, Aswar Fadhlakal Ghofuru, dan Basi. Keempatnya tuna netra dan tergabung dalam kelompok pemusik di NGAJI BRAILLE.

Basir (gitar), Prana Carenza Bagaskara (gitar), Aswar Fadhlakal Ghofuru (gitar), dan Alfian Andika (perkusi), menyumbangkan beberapa tembang lagu dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Selain sajian musik dari anak-anak disabilitas, pengunjung, terutama anak-anak yang diundang dalam kegiatan itu juga dihibur dengan dongeng boneka yang disajikan dengan menarik oleh kak Han dan dilanjutkan dengan acara penyerahan paket donasi untuk anak-anak yatim dan disabilitas, serta anggota keluarga Almarhum/mah alumni SMPN 12.

Eddin Fithri Wasi’an selaku Ketua Panitia mengaku cukup puas dengan acara ini karena bisa berjalan lancer dan membawa manfaat untuk sesama. Menurut Eddin, tujuan acara ini sesuai dengan namanya yaitu berbagi. Berbagi apa saja, baik itu berbagi rasa syukur, berbagi buka bersama, berbagi hikmah ramadhan, berbagi berkah ramadhan dan juga berbagi inspirasi ramadhan. “Yang inspirasi ramadhan ini kita bagikan lewat youtube. Tujuannya pertama berbagi tadi, berucap syukur, jadi IkaRholaz harus pandai bersyukur, pandai-pandai berbagi dan juga silaturahmi, ” jelasnya.

Kak Han saat mendongeng untuk anak-anak dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Senada dengan Eddin, Dini, Humas IKARHOLAZ mengapreasiasi antusiasme peserta dan pengunjung. “Antusias mereka sangat luar biasa. Bahkan sebelum acara dimulai mereka sudah siap, sudah memenuhi tempat-tempat duduk bersama para pendamping dan orang tua,” paparnya.

Alumni SMPN 12 tahun 1993 itu juga mengucapkan terima kasih kepada salah satu anak tuna rungu yang mempersembahkan buku tentang anak disabilitas. “Kemampuannya sudah luar biasa, telah menghapal sekitar 18 juz untuk anak-anak yang usia 10 tahun itu sangat-sangat luar biasa, nanti kita akan persembahkan untuk teman-teman Ika Rholaz di perpustakaan IkaRholaz,” sambungnya.

Eddin Fithri Wasi’an selaku Ketua Panitia memberikan bingkisan paket Ramadhan dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Para pengasuh yang turut mendampingi merasa bersyukur menjadi bagian dari acara ini. Putut misalnya, alumni SMP 12 Surabaya angkatan 1980 ini berterimakasih kepada dulur-dulur IkaRholaz dengan adanya momen seperti ini dan berpesan agar acara kepedulian ini tiap tahun diadakan dan ditingkatkan frekuensi dan jumlah pesertanya. Putut juga berharap lebih banyak alumni yang terjun langsung mengurusi anak – anak yatim. “Kalau saya prihatinnya, bulan puasa anak yatim itu rejekinya banyak. Banyak undangan dari si A, si B, si C. Tapi kalau ga bulan puasa, siapa yg ngopeni? Maka dari keprihatinan itu saya terjun langsung ngopeni anak-anak, supaya anak-anak bisa tegar, mandiri dan saya sebagai orangtuanya,” tuturnya.

Dini Herawati, HUMAS IKARHOLAZ bersama Putut (alumni 80) memberikan bingkisan paket Ramadhan dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Zaenal, pengasuh Yayasan Cahaya Insani berharap dengan kegiatan ini, tumbuh motivasi dari anak – anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir . “Mudah-mudahan anak-anak ini bisa tumbuh motivasinya ya, agar supaya mereka nantinya itu bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, bisa memperoleh cita-citanya sesuai dengan harapan kami, mereka semua bisa menjadi insan-insan yang berwawasan akademis, berketerampilan tepat guna dan mudah-mudahan mereka senantiasa berakhlakul karimah, itu harapan kita kedepannya dengan terciptanya kegiatan pada sore hari ini, ” ujarnya.

Ateng Sugiharto (alumni 89) bersama anak yatim dari Yayasan Al Musthofa, Waru, Sidoarjo dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Aswar ipung, pemuda tuna rungu, mahasiswa UNESA Surabaya sekaligus berprofesi sebagai tenaga maintenance profesional untuk sebuah radio streaming komunitas kampus, mengapresiasi kegiatan yang bisa menyatukan lintas alumni dan berharap terus terjalin silaturahmi antara alumni di Ika Rholaz dan anatara alumni Ika Rholaz dengan para anak asuhnya. “Harapannya buat om dan tante, semoga bisa tetep berlanjut silaturahminya. Saya pikir itu suatu yang luar biasa ya, dari angkatan berapa sampai angkatan berapa masih tetep bisa terjalin. Silaturahminya luar biasa,” ujar peraih perunggu math olympic antar sekolah inklusi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Faldi, seorang tuna rungu berterimakasih sudah diberi kesempatan “menggambar” logo SMPN 12 dan IKARHOLAZ.

Heddy Okdwi Triandari (alumni 77) memberikan bingkisan paket Ramadhan dalam acara Gebyar IKHARHOLAZ Berbagi Anak Yatim dan Disabilitas pada Sabtu (11/5) di Atrium Grand City Surabaya. Foto: Subantoro/IKARHOLAZ

Serangkaian acara yang dikoordinasi alumni SMP 12 Surabaya yang tergabung dalam Ika Rholaz kemarin dipungkasi dengan kultum oleh Ustadz Drs. Ahmad Mudakir dan diakhiri pembagian es krim Walls dan susu ternak Fresh untuk bekal berbuka.(*)

Reporter : Novi C Lanang
Editor : Lusi Wardani
Fotografer : Subantoro