ramadhan

Tahniah, Seluruh program Ramadan Tuntas

Melanjutkan misi pertamanya, Minggu (2/6/2019) sore kemarin panitia berserta relawan Gebyar IKARHOLAZ Berbagi mengunjungi 2 rumah alumni yang masuk daftar peroleh santunan dalam program Surpriste Ramadhan.

Rombongan bertolak dari tempat titik kumpul di rumah Alief Akbari di bilangan Karah, pukul 15.00 menuju 2 rumah alumni penerima santunan. Dua rumah alumni yang dituju adalah rumah almarhum Tri Pratomo, lulusan tahun 1982 SMPN 12, berlokasi di Bratang Binangun dan salah seorang dari Alumni 92 di Jl. Ubi.

Tidak ada halangan berarti saat menuju ke 2 rumah tersebut. Bahkan rombongan disambut dengan ekspresi kaget campur gembira mengingat kehadirannya yang tiba-tiba.

Keluarga alumni 82 dan 92 itu masuk dalam target penerima program Surprise Ramadhan berdasar kriteria yang telah ditetapkan serta rekomendasi dari angkatan alumni yang bersangkutan. Total sudah 3 penerima santunan ditunaikan pada program Surprise Ramadhan tahun ini.

Awalnya kegiatan Surprise Ramadhan adalah berbuka puasa bersama beberapa alumni yang kurang beruntung disertai pemberian santunan di rumah yang bersangkutan. Namun karena suatu hal terutama mepetnya waktu jelang persiapan lebaran maka acara berbuka bersama ditiadakan. Tinggal penyerahan santunan. Paket santunan berupa sembako dan sejumlah uang tunai.

Dengan selesainya misi tim Surprise Ramadhan maka secara umum berakhir pula program Kegiatan Gebyar IKARHOLAZ Berbagi yang berlangsung selama bulan suci Ramadhan 1440 H. Sebelumnya acara demi acara telah terangkai tanpa hambatan berarti. Mulai dari Berbagi Berkah untuk Anak Yatim, Disabilitas dan Keluarga Almarhum Alumni, Berbagi Takjil Lintas Alumni, Buka Puasa Lintas Angkatan, hingga Surprise Ramadhan. Satu program masih menunggu perkembangan, yakni Berbagi Inspirasi lewat Video yang ditutup H+15 lebaran.

Foto Kegiatan

Gass Poll dan Anti Mainstream, IKA DUBES 92 Bagi Takjil di Stasiun Gubeng

Di Indonesia, 10 hari terakhir Ramadhan umumnya kualitas ibadah mulai kendor. Banyaknya promo diskon Mall belanja, fokus pulang kampung, hingga banjirnya undangan bukber sering menjadi penyebab kondisi ini. Tapi kondisi futur semacam ini tidak menjangkit IKA DUBES 92. Malah rem blong gas poll.

Ya, IKA DUBES 92, sebutan Ikatan alumni 92 SMPN 12 ini semakin gencar beribadah sosial, bahkan sampai beberapa hari jelang lebaran, tepatnya hari Minggu sore (2/6/3019). Lokasinya di 2 titik bersamaan. Titik 1 di SPBU Ngagel, titik ke-2 di Stasiun Gubeng.

Dipilihnya lokasi stasiun bukannya tanpa alasan. Menurut Prita Indradewi, takjil di masjid sudah lebih-lebih jumlahnya, sementara yang di stasiun belum pernah tersentuh. “Di stasiun kebanyakan status ekonominya pas-pasan, dan calon penumpung, terutama yang puasa, kemungkinan belum sempat menyiapkan takjil karena takut ditinggal kereta.” Dalihnya.

Dalam kegiatan di dua tempat tersebut, total takjil yang dibagikan berjumlah 1.140 pax, masing-masing berisi Mini Burger, ketan pica, kurma, dan air mineral. Seluruhnya dihimpun dari 30 orang donatur alumni 92.

Selain lokasi yang anti mainstream, persiapan kegiatan ini juga terbilang unik. Tidak ada persiapan khusus, semuanya spontan, dari info pengumpulan dana di WAG IKA Dubes pada Jumat (31/6/2019) pukul 16.00 dan ditutup mendadak pada Sabtu pagi pukul 08.00 karena jumlah takjil yang sudah mencapai target.

“Tanpa persiapan namun bisa menjadikan kegiatan yang penuh persaudaraan dan keakraban. Rukun guyub sak mblenger e” Kata Prita.

Hadir dalam kegiatan tersebut di titik Stasiun Gubeng adalah Ambar 3E, John Kris 3L, Poppy 3N, Aliadi 3H, Wida 3G, Hatif 3E, Prita 3N, Kunto ’95, dan Azka. Sedangkan di titik SPBU Ngagel adalah Haribri 3G (Koordinator), Icak 3K, Fasich 3D, Hera 3C, Diah 3i, Amalia 3i, Ratna 3A, Maryono, Nanda ’98, dan Ipung/’98. [ncl]

Foto Kegiatan

Goes Echo Dinobatkan sebagai Dedication Man of The Year pada Buka Bersama di Hotel Mercure

Selain hidangan makanan berbuka yang khas pada saat bulan puasa. Hal lain yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang adalah ikut menjalankan buka puasa bersama. Kegiatan yang satu ini pada umumnya dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi yang lebih erat. Baik bersama dengan teman, sahabat atau mungkin bersama dengan kerabat.

Kegiatan buka bersama memang menyenangkan apalagi berada bersama-sama dalam satu meja makan yang sama dan menanti waktu berbuka akan tentu menjadi momen yang sangat menyenangkan.

Suasana menyenangkan ini terlihat pada gelaran buka bersama alumni 85 yang diadakan Sabtu (1/6/2019) sore di Mercure hotel. Beragam acara mewarnai kegiatan yang sudah dimulai dari pukul 4 sore hingga 7 malam. Dari ramah tamah, foto bersama, makan takjil bersama, sholat jamaah, hingga pembagian doorprize.

Sesi demi sesi berlangsung lancar dan semakin meriah saat acara penobatan Dedication Man of The Year. Lagi-lagi Goes Echo mendapat penghargaan di tahun ini. Sebelumnya, pemilik nama asli Eko Andrianto juga dianugerahi sebagai The Man of The Year versi Dansos Rholaz ’85.

Informasi dari panitia, diipilihnya Goes Echo karena selalu aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan alumni. “Dari sekedar kumpul kecil-kecilan sampai event khusus dia (Goes Echo,red) selalu aktif.” Kata Jossi Abri, panitia buka bersama.

Dalam acara yang dihadiri tak kurang dari 70 alumni juga berlangsung penyerahan tali asih kepada Ibu Asri, ex guru Geografi dan ibu Ety, ex guru Kesenian SMPN 12 Surabaya.

Kegiatan buka bersama sudah menjadi agenda wajib tahunan RF-85, sebutan alumni 85, yang telah berjalan kali ke-3. Tahun sebelumnya di Gunawangsa, dan tahun 2017 di Resto Agis. “Tahun sebelumnya lagi juga ada, tapi hanya kumpul-kumpul bukber biasa. Pemberian award alumni terbaik baru dimulai di tahun 2018.” Kata Rudie Bayu, ketua Dansos 85.

Menurut Wak Joyo, panggilan akrab Rudie Bayu, pemberian penghargaan disamping untuk memeriahkan acara juga dimaksudkan sebagai perhatian kepada kawan-kawan relawan yang mendukung kegiatan sosial dansos.

Lebih lanjut, Kepala Kantor Bea dan Cukai Sumbawa tersebut juga mengapresiasi acara yang diadakan dansos. Menurutnya, kalau tidak ada Dansos, belum tentu bisa mengadakan acara kumpul-kumpul diatas 50 orang. “Sulit ngumpulin kawan-kawan alumni, bahkan dari 1 angkatan kalau kita tidak kreatif bikin program dan gimmick-gimmick-nya.” Pungkasnya. [] ncl

Foto kegiatan

Fotografer : Subantoro

IKA 12 Songotelu Tuntaskan Program Ramadhan 1440H dengan Sumbangan Pembangunan Panti Bonek

Bonek bukan sekadar urusan mendukung dan mencintai Persebaya Surabaya saja. Bagi para loyalis Green Force, Bonek adalah identitas, semangat, serta jalan hidup yang mereka tempuh untuk mengabdi ke masyarakat.

200 Bonek gotong royong bangun panti (sumber: persebaya.id)

Di Sidoarjo, komunitas Bonek Mania yang menyebut diri Bonek SKJ 27 dan Bonek Sobo Panti ini tengah membangun sebuah panti asuhan yang diberi nama Panti Asuhan Bonek.

Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda mendapat kehormatan untuk meletakkan batu pertama dalam pembangunan Panti Asuhan Bonek. Alumni SMPN 12 tersebut tampak sangat kagum dengan gagasan mulia yang direalisasikan oleh komunitas Bonek asal Sidoarjo ini.

“Ini pertama kali suporter sepak bola mendirikan panti asuhan bahkan mungkin pertama kali di dunia,” sanjung alumni 93 kelas G itu.

“Saya terharu dengan kegiatan mulia ini. Semoga dengan dibangunnya panti asuhan ini dapat menginspirasi seluruh Bonek untuk terus menjadi lebih baik lagi kedepannya,” harap mantan CEO dari Grup Jawa Pos.

Presiden club PERSEBAYA Azrul Ananda, Alumni Rholaz 93, turut hadir meletakan batu pertama pembangunan panti. (sumber: youtube)

Dalam perjalanannya, niatan apik 2 kelompok bonex itu disambut respons positif dari masyarakat. Banyak donatur yang datang untuk memberikan dukungan materi agar Panti Asuhan Bonek segera tegak berdiri, dan mengayomi anak-anak yatim-piatu. Tak terkecuali dengan IKA 12 Songotelu.

Melalui Andi Gober, pengurus IKA 12 Songotelu bidang olah raga, koordinasi penggalangan dana terus dilakukan. “Saat ini proses pengerjaan dan pembangunan panti asuhan sudah berlangsung sekitar 75%.” kata pentolan bonex 93 itu.

“Maka dari itu, saya berinisiatif membantu menggalang dana untuk membantu proses pengerjaan panti tersebut”. Imbuhnya.

Andi tidak menyebut besar nominal yang disumbangkan untuk pembangunan panti. Menurutnya, seluruh dana sudah diserahkan ke pengurus yayasan Wani Sobo pada Sabtu (1/6/2019) sore.

Sumbangan alumni 93 untuk pembangunan panti Wani Sobo menjadi rangkaian terakhir program Ramadhan Viesta 93 dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H. Sebelumnya telah berlangsung berturut-turut acara mulai dari bagi takjil on the road, buka bersama, visiting dan santunan untuk anak yatim panti Adinda, anak yatim alumni 93, anak yatim panti As-Salam, dan panti Werdha Hargo Dedali. [ncl]

Usai Santuni Anak Yatim As-Salam, IKA 12 Songotelu Kunjungi Panti Werdha Hargodedali

Banyak cara dalam beribadah, banyak tempat untuk berbagi. Seperti pada Ramadhan 1440 H dan bertepatan dengan pekan terakhir ibadah puasa, IKA 12 Songotelu lakukan aksi sosial ke panti asuhan anak yatim dan panti jompo.

Acara yang diadakan pada Kamis (30/7/2019) , di dua tempat berbeda yakni panti asuhan anak yatim As-Salam Gunung Sari Indah, Surabaya dan panti jompo Hargodedali ini berlangsung lancar. Hanya 4 alumni yang bisa mewakili, karena banyak yang sibuk jelang persiapan lebaran. Masing-masing adalah Aris, selaku ketua IKA 12 Songotelu, Irma, Yuvi, dan Etty.

Di panti asuhan milik Yayasan As-Salam, pukul 15.00, perwakilan IKA 12 Songotelu menyerahkan paket santunan kepada seluruh penghuni panti yang berjumlah 34 anak yatim. Isi paket berisi uang tunai, makanan dan minuman. Selain itu, perwakilan alumni juga menyerahkan uang tunai sejumlah Rp. 1,2 Juta untuk panti.

Satu setengah jam kemudian, usai menunaikan amanah angkatan alumni 93 SMPN 12 Surabaya, perwakilan menuju ke komplek Manyar Kartike guna mengunjungi panti Jompo Hargo Dedali. Di panti yang didirikan oleh sosok-sosok Pejuang Wanita ’45 Jawa Timur dan diprakarsai oleh almarhumah Ibu R. Soedarijah Soerodikoesoemo (Ibu Dar Mortir) ini, perwakilan Songotelu menyerahkan paket santunan ke panti dengan penghuni 50 lansia tersebut.

Paket tersebut berisi sembako, susu, kue kaleng, dan energen. Sedikit berbeda dengan panti asuhan anak yatim, kepada panti jompo Hargodedali, perwakilan alumni menyumbangkan uang tunai sebesar Rp. 1,5 Juta.

Kunjungan ke dua panti disambut hangat oleh tuan rumah. Yuvi Primadini, ketua bidang sosial IKA 12 Songotelu merasakan kebahagiaan bisa membantu mengurus anak yatim. Terlebih saat berada di panti jompo, ada keindahan dalam kebersamaan dan berbagi ke orang tua. “Ini mengingatkan kita bahwa nanti kita juga akan seperti eyang-eyang di panti ini.” Katanya.

Tuti Handayani, yang berhalangan hadir, menyebutkan, kegiatan sosial ini dimaksudkan sebagai ungkapan cinta kasih kepada anak-anak juga kepada senior-senior kita, ungkap koordinator Ramadhan Viesta 93. Wanita yang kesehariannya menjadi dosen tersebut juga memaparkan manfaat kegiatan bakti sosial. Sebagai bentuk rasa syukur, juga sebagai peringatan kepada kita, agar kita selalu peduli terhadap sesama dan bisa menghargai nikmat yang telah kita beri, tegasnya melalui pesan WA. [ncl]

Tim Surprise Ramadhan Telah Selesaikan Misi Pertamanya

Malam itu, Jumat (31/5), bertempat di kafe Capelapo, sejumlah panitia program Gebyar IKARHOLAZ Berbagi dibantu beberapa relawan sedang memantapkan rencana mengunjungi 3 rumah alumni yang menjadi target program Surprise Ramadhan. Misi pertama adalah kediaman Radjuki, lulusan tahun 1987 SMPN 12 Surabaya.

Tepat pukul 20.30 rombongan yang terdiri dari Con Priambodo, Wiwing, Hera, Aris, Palvi, Novi, Toro, Herjati, Suzi, Ani Damari, Nuggie, dan Iwan, berangkat berjalan kaki beriringan, menelusuri gang di seberang Transt Mart Rungkut, menuju kediaman Radjuki di jalan Mejoyo. Tak lama, rombongan sudah mencapai ujung kampung dan target ternyata sedang berdiri di bawah gapura. Perjumpaan yang tak disangka Radjuki tentunya.

Terjadilah suasana haru, serasa berjumpa dengan karib lama, dan memang antara rombongan dan tuan rumah adalah kawan lama yang hampir tak pernah berjumpa. Masing-masing berjabat dan memeluk pria yang berprofesi tukang pijat.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan, rombongan dipersilakan menuju rumah sepetaknya yang tak jauh dari gerbang. Di depan rumah seluruh rombongan dikenalkan dengan anak istri Radjuki.

Dengan sedikit pengantar singkat, Con Priambodo, selaku ketua 1 IKARHOLAZ menyerahkan bingkisan lebaran secara simbolis ke alumni yang saat itu hanya mengenakan peci dan sarung.

Pria yang seharinya juga berdagang bakso mengaku cukup senang dan bersyukur atas kehadiran rombongan IKARHOLAZ. Menurutnya, dengan kedatangan tim Surprise Ramadhan yang tanpa sengaja ini bisa menambah silaturahmi, berkah umur, berkah rejeki, dan keberkahanan lainnya.

‘Mudah-mudahan kebaikan bapak-bapak ibu ini terbalaskan setimpal. Semoga kita dapat berkumpul kembali setiap tahunnnya. Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam mencari rejeki, barokah dalam umur dan manfaat bagi kita semua dan bagi keluarga kita semua.” Harap Radjuki yang diamini rombongan.

Radjuki menjadi target salah satu penerima program Surprise Ramadhan berdasar kriteria yang telah ditetapkan serta rekomendasi dari angkatan alumni yang bersangkutan.

Awalnya kegiatan Surprise Ramadhan adalah berbuka puasa bersama beberapa alumni yang kurang beruntung disertai pemberian santunan di rumah yang bersangkutan. Namun karena suatu hal terutama mepetnya waktu jelang persiapan lebaran maka acara berbuka bersama ditiadakan. Tinggal penyerahan santunan. Paket santunan berupa sembako dan sejumlah uang tunai. []

Foto Kegiatan

Bahagiakan Lansia, Rholaz 98 Kunjungi Panti Werdha Jambangan

Tak ada seorangpun yang ingin sisa hidupnya dititipkan di panti jompo. Jika ada anggapan menitipkan orang tua di panti adalah jalan terbaik, itu jelas salah besar. Sebab, bagi orang tua, tidak ada kebahagiaan yang lebih diharapkan selain perhatian dari darah dagingnya sendiri.

Bermaksud memberikan kebahagiaan bagi warga lansia yang selama ini terabaikan oleh keluarga mereka sendiri, sejumlah alumni 98 SMPN 12 Surabaya yang tergabung dalam Rholaz 98 melakukan kunjungan ke Panti Werdha Jambangan Baru Surabaya pada Kamis (30/5/2019).

Dipilihnya kegiatan bakti sosial di lokasi ini bukannya tanpa alasan. Menurut Okky Rahardjo, acara buka bersama sudah terlalu umum, juga sudah terlalu banyak panti asuhan yang mendapat kunjungan dalam bulan Ramadhan. “Tanpa bermaksud sensasi atau sekedar berbeda, kami mau berbagi kebahagiaan dengan orang-orang usia lanjut supaya di masa tua mereka masih bisa merasakan tersenyum penuh kegembiraan.” Kata alumni domisili Madiun itu melalui balasan WA ke redaksi.

Dalam kunjungan ke panti milik pemerintah itu, tersalurkan donasi berupa 20 paket pembersih porstex, 92 pcs pashmina, 10 pcs celana pendek, 5 kardus minuman sari apel, 220 pack jajan takjil, dan uang tunai Rp 1.000.000 untuk operasional Panti.

Donasi ini hasil penggalanan internal alumni 98 yang berhasil menghimpun 17 donatur sehingga terkumpul dana yang cukup untuk kebutuhan sementara panti dengan 149 penghuni orang tua tersebut.

Masih menurut Okky, mewakili panitia, mengungkapkan perasaan bahagia dan syukurnya bisa bersentuhan dengan penghuni panti milik pemerintah ini. “Tidak seluruhnya orang yang sehat ditampung, tapi juga sebagian lagi dalam kondisi sakit. Karenanya kami membagikan bantuan secara menyeluruh, sambil tetap memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. ” Imbuh Okky.

“Kami bersedia menjadi pendengar untuk setiap hal yang mereka ceritakan. Suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk bisa menjadi teman berbagi sekalipun dalam waktu yang singkat.” Pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Dwi Cahyo, selaku ketua 98, Dhahana Adi, Nando, Okky Rahardjo, Fitratus Sakinah, dan Damaranie Dipahayu. Sejumlah relawan lintas angkatan juga terlihat berbaur dengan alumni 98, diantaranya Herajati (87) dan Subantoro (87). [] ncl

Foto Kegiatan

Arry “Bogenk” Harap Alumni Ikut Koridor yang Disepakati Hasil Munas

Arry Pribawanto, Ketua Umum IKARHOLAZ periode perdana juga turut memberi sambutan dalam acara Buka Bersama Lintas Angkatan di Hotel Majapahit pada Minggu (26/6). Lewat bahasa Suroboyoan yang cukup kental, Bogenk, sapaan akrabnya, sempat menyinggung nama program yang dirasa sudah ketinggalan.

“Ketok sing ide jeneng iku wong lawas. Wes gak usum diksi iku digawe. Bu Risma, walikota Suroboyo, acarane mesti gawe SPARKLING. maknane podo karo gebyar. Semburat. berpendar2. Dadi ketok milenial ngunu loh.” Kata Arry.

“Slogan SPARKLING SUROBOYO iku jare wes kadaluarsa. Krungu-krungu arep rebranding. iki wes wayahe city branding sing anyar. Maksudku, SPARKLING sing milenial ae dianggap jadul. Opo maneh GEBYAR.” Tegasnya yang disambut tawa 420 hadirin yang memadati taman utara hotel.

Dalam kesempatan tersebut, Arry juga meminta para alumni, stake holder, dan pihak yang pernah terlibat atau terkait dengan berdirinya IKARHOLAZ untuk bersabar dan berpikir positif terhadap jalannya roda organisasi IKARHOLAZ.

“Kita punya program kerja, tercatat dan tertata. Tapi organisasi iki umure jek lagi pirang ulan. Jadi mohon dimaklumi kalau jalannya masih berat. Dinamika ne ancen uakeh rek. Program kerja memang penting, tapi menjaga kerukunan tak kalah pentingnya. Mergone, mesisan tak elingno. Spirit pembentukan organisasi IKARHOLAZ iki ngumpulno alumni-alumni ben seduluran. Gak ada prinsip bisnisnya. gak onok kepenting-kepentingan liyane. dadi Percuma nek program jalan tapi seduluran buyar.”

“Dadi wes sabar ae. penting guyup maneh, sedulur maneh. dan aku jaluk tolong iku. Tolong dijogo. Ikuti aturan sing bener ben kabeh iso mlaku bareng-bareng.” Imbuhnya.

Diakhir sambutan, mantan ketua Surabaya Community ini mengingatkan tentang amanah hasil Munas bulan November tahun lalu. Bahwasanya berdirinya organisasi ikatan alumni untuk mempersatukan dalam satu wadah.

“Yo iku mau, kene wes duwe wadah besar sing jenenge IKARHOLAZ. Adanya wadah ini untuk mempersatukan. Kabeh dulur, kabeh bolo. Gak onok pikiran macem-macem. opo maneh sampe menghalangi kegiatan lain. Pokoke iso dibahas apik-apik, sesuai aturan sing wes disepati, Insyallah kabeh mlaku dan saling support.” Pungkasnya.