gowes

GOLAZ 86 GO TO Jogja

Di tengah situasi pandemi yang mulai melandai dan tingkat penyebaran Covid mulai menurun, Rholazer 86 memanfaatkan libur akhir pekan dengan mengadakan gowes ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Peserta berangkat dari Kota Surabaya pada hari Jumat, 24 September 2021. Adapun rombongan kembali ke Kota Pahlawan lagi pada hari Minggu, 26 September 2021. Kegiatan bersepeda ini diikuti oleh alumni lukusan 1986 yang sudah menyebar di beberapa kota yaitu Sidoarjo, Malang, Bekasi dan tentu saja Surabaya.

Rholazer 86 memang salah satu grup alumni yang mempunyai banyak kegiatan dalam mempersatukan alumninya. Salah satunya melalui kegiatan bersepeda ini. Beberapa alumni yang tersebar di berbagai kota ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersepeda lintas provinsi ini. Perjalanan gowes dilakukan dengan kegembiraan dan penuh semangat kebersamaan.

Start point di mulai dari kota Yogyakarta, setelah sebelumnya rombongan menyempatkan sholat Jumat di Masjid Al Aqsha Klaten. Usai menunaikan Sholat Jumat, rombongan goweser ini sejenak menikmati keindahan Candi Prambanan. Adapun seluruh sepeda diangkut menggunakan tiga mobil yang langsung diloading begitu tiba di Kota Yogyakarta.

Pada malam hari, rombongan yang terdiri dari 15 orang ini mengunjungi Caffe Kancane yang berlokasi di daerah Kaliurang, Yogyakarta. Sekedar diketahui, 3 diantara 5 orang pemilik Caffe Kancane yaitu Danya, Indriyanto, dan Didit merupakan alumni SMPN 12 lulusan 91. Demi melepas rasa penat, rombongan memutuskan untuk bermalam di salah satu hotel yang berlokasi di daerah Malioboro.

Sabtu, 25 September 2021 Pkl. 06.00 WIB, acara bersepeda pun dimulai dengan mengunjungi berbagai sudut kota Yogyakarta. Adapun di Kota Yogyakarta sendiri ada Rholazer ’86 yaitu Siti Nurjana yang turut bergabung bersama rombongan selama beraktivitas di Kota Pelajar tersebut.

Setelah puas mengelilingi Kota Yogyakarta, para goweser menikmati kuliner yang disajikan di Ayam Brongkos. Sore hari, rombongan bersantai di Caffe Klotok yang berada di kawasan Kaliurang. Demi memudahkan perjalanan, sepeda yang digunakan para peserta diangkut menggunakan tiga mobil.

Minggu Pagi, 26 September 2021 sekitar Pkl. 09.00, rombongan balik kanan menuju Kota Surabaya dengan lebih dulu mampir ke Kota Solo untuk mengunjungi bekas pabrik gula yang dijadikan obyek wisata yaitu, Museum De Tjolomadoe. *** (Okky)

This article was produced by Saklosen Media Partner (0817-9306-617).
Contributor: Toro
Editor: Okky Rahardjo
Photographer:
Anonim.

Rholaz 86, Sembari Gowes ke Batu Beri Donasi ke Panti Asuhan

Rholaz 86 melakukan kegiatan sosial dengan memberi donasi ke  Panti Asuhan Darul Azhar di desa leses Mijo Karang ploso, Rabu (26/5/2021).

Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Rholaz 86 untuk menjadi manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai penanda bahwa Goweser 96 tidak hanya sekedar gowes tapi juga bisa melakukan hal positif lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menjadi inspirasi komunitas sepeda lainnya, untuk tidak hanya cari sehat tapi sembari gowes bisa beri kontribusi positif ke masyarakat,” kata Dyah Ning, alumni 86 melalui pesan singkatnya. “Kebetulan salah satu pengurus panti, Mas Suwarno, adalah alumni 86 juga,” Imbuhnya.

Kegiatan gowes yang diikuti 13 goweser alumni SMPN 12 lulusan 1986 ini berangkat dari Green Hill sekitar pukul 06.30 Wib menuju Heritage Malang. Melewati  rute Sengkaling, Warung Tani, Heritage Malang dan kembali ke Green Hill.

Di sepanjang perjalanan,rombongan gowes terlihat begitu menikmati keindahan kota dan segarnya udara pagi.

Turut aksi dalam kegiatan sehat ini adalah Fredy, indah, Ririn, Ety, Wiwin, Ambar, Taty, Yayin.Titut, Agus, Hari.W, Didik, dan Mike Widyarachmi selaku ketua kegiatan.*** [Novi]

Ramaikan Hari Pahlawan, Doeloer Rholaz 86 Gowes Bareng

Dalam Rangka ikut meramaikan semangat pahlawan 45 arek Suroboyo, alumni 86 mengadakan acara Gowes bersama pada Minggu (15/11/2020) dengan Taman Bungkul sebagai titik kumpul.

Acara gowes yang dimulai pukul 06.00 menempuh jarak yang cukup lumayan jauh. Dimulai dari Taman Bungkul, lanjut ke sekolah SMPN 12 Surabaya, kebon binatang Surabaya (KBS), dan berakhir di Gelora Pancasila.

Dari itenerary yang diterima redaksi, 2 Spot dipakai untuk selfi, yakni sekolah dan kebun binatang. Di Gelora Pancasila yang merupakan lokasi akhir Doeloer Rholaz 86, sebutan alumni 86, berhenti untuk makan siang di warung Warung Pecel Bu Pri, warung sejuta umat Rholazer.

Menurut Cak Freddy, seluruh peserta menerapkan standar protokol covid. “Acara ini on de spot dengan menerapkan protokol kesehatan secara mandiri yakni masker dan Hand Sanitizer”. Ujar pria berdarah Ambon manise ini.

Goweser Rholaz Turut Ramaikan 1St Anniversary Spedox

Penggiat sepeda alumni SMP N 12 Surabaya turut ramaikan gelaran peringatan ulang tahun pertama Spedox di Selat Madura,  pada Sabtu (25/1/2020) . Goweser Rholaz tersebut adalah Mbak Wiwing dari alumni 77, Toro 87, Fauzi, Moming 88, Vita, Utik, Olson, Prio 88, Totok 83, dan Catur 93. Tak hanya dari Rholaz, acara diatas Kapal Ferry Jokotole ini juga diikuti hampir seluruh perwakilan klub sepeda di Surabaya. 

Menurut Catur Tulis selaku Presiden Spedox bahwa ulang tahun pertama Spedox ini bertemakan “Explore Madura Island” dengan melakukan event bersepeda bersama sekaligus menikmati kuliner bersama diatas Kapal Ferry Jokotole di Selat Madura sambil menikmati pemandangan laut dengan memandang megahnya Jembatan Suramadu.

Kegiatan yang dilakukan pada acara tersebut sesuai dengan nama Spedox sendiri yang berarti “Sepedahan Golek Badokan”, badokan sendiri merupakan frasa khas Surabaya yang berarti makanan. Spedox sendiri berdiri pada akhir 2018 di Surabaya yang diinisiasi oleh para pesepeda dengan kesamaan kegemaran yaitu bersepeda sambil meng-explore kekayaan kuliner nusantara.

Acara ini dimulai dari rutinitas bersepeda dengan titik kumpul di depan Balai Kota Surabaya. Salah satu punggawa Spedox Erwin HP yang juga Dirut PT Dharma Lautan Utama ini mengatakan niatan membentuk klub bersepeda ini untuk berhimpun bersama menggali kekayaan kuliner dan rempah nusantara yang pada jaman dulu sempat merajai dan menjadi pujaan dunia.

“Spedox percaya bahwa kuliner nusantara mampu menjadi tuan di tanah sendiri dan mampu bersaing dengan kuliner impor yang saat ini semakin berusaha mengubah budaya bangsa,” ucap Catur.

Event ini, kata dia, diharapkan menambah keakraban seluruh goweser dan turut mempromosikan Kota Surabaya sebagai Kota yang ramah bagi pesepeda dan berharap Pemerintah Kota Surabaya kualitas jalur sepeda yang sudah ada diperbaiki agar semakin layak dan aman untuk dilalui sepeda. (Toro)