Berita

soNGOPItu Sukses Helat Reuni perdana bertajuk “Temu Guyon Guyub Genah

soNGOPItu Sukses Helat Reuni perdana bertajuk “Temu Guyon Guyub Genah”

“Ga’ tuku pecel tah nang lapangan; rupamu sik pancet ae; jengkeng jengkeng…” serta berbagai ungkapan lain dilontarkan seseorang pada temannya secara akrab dan berbalas-balasan. Malam itu di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, para alumni SMPN 12 Surabaya lulus tahun 1997 bertemu di dunia maya untuk mengadakan reuni secara virtual.

Oleh karena dilakukan secara virtual, maka berbagai guyonan semacam di atas tentu hanya dilakukan secara chatting melalui media zoom. Namun demikian, meskipun terbatas oleh jarak dan waktu, tidak mengurangi keakraban anak-anak angkatan 1997 yang menyebut komunitas mereka dengan nama soNGOPItu ini.

Setelah sekian waktu berkomunikasi melalui media grup WA, hari Minggu tanggal 14 Februari 2021 menjadi hari yang bersejarah bagi alumni angkatan 1997. Betapa tidak, setelah lebih dari tiga puluh tahun berpisah, malam itu mereka sepakat untuk bertemu pertama kalinya. Meskipun pertemuan itu harus dilakukan secara virtual karena adanya pandemi Covid 19, namun langkah awal ini sudah menjadi gebrakan yang baik untuk mengumpulkan ‘tulang-tulang yang terpisah’.

Meskipun harus diakui, tidak mudah untuk mengumpulkan teman-teman yang sudah tersebar ke pelosok negeri ini. Oleh karena itu bisa dipahami kalau tidak semua bisa bergabung dalam pertemuan yang dikoordinasi oleh Herry Hermawan. Herry sendiri saat masih aktif berseragam putih biru merupakan ketua OSIS, sehingga tidak sulit bagi dia untuk mengkoordinasi teman-temannya bergabung dalam reuni ini.

Acara reuni virtual ini sendiri dipandu oleh Yossi Al Amien, alumni kelas 3C yang juga menyediakan fasilitas zoom secara premium. Yossi mengatakan pada IKARHOLAZ.COM “Sebenarnya teman-teman di WAG mengusulkan rencana ingin kumpul-kumpul, sedangkan (situasi) masih ada pandemi, saya menawarkan fasilitas zoom yang bisa menampung banyak partisipan dan durasi lama”. Informasi pemberitahuan adanya virtual ini hanya melalui WAG yang terbentuk sejak 10 Agustus 2016.

Reuni virtual soNGOPItu ini dibuka oleh Herry selaku koordinator acara yang dilanjutkan dengan ceramah singkat dari Ustadz Aditya Rahman Yani yang merupakan alumni kelas 3H. Ustadz Aditya dalam uraoan singkatnya menyampaikan bahwa silaturahim merupakan amalan yang bisa memasukkan orang ke Surga. Selain itu kesempatan reuni seperti malam itu bisa digunakan sebagai kesempatan untuk bersinergi antara satu alumnus dengan alumnus lain yang bisa jadi sudah mapan dengan profesi masing-masing.

Meskipun dikemas secara virtual, namun acara ini makin berbobot dengan adanya presentasi yang disampaikan oleh Rizky Diansyah. Rizky yang aktif di berbagai organisasi di kalangan pengusaha ini mengatakan dalam paparannya bahwa pertemuan reuni semacam malam itu penting sekali karena bermanfaat meluaskan rezeki dan juga sebagai salah satu bentuk keimanan pada Allah. Alumni kelas 3B yang sekarang bermukim di ibu kota ini menutup pemaparannya dengan menyampaikan pesan “ Jangan tanya untungnya apa untukku, Tapi mulai dengan tanya pada diri sendiri apa yang bisa aku berikan untuk ikatan alumni ini”.

Sebagai acara puncak yang ditunggu-tunggu yaitu perkenalan semua peserta zoom atau reuni virtual ini. Perkenalan dilakukan masing-masing per kelas sesuai jumlah yang hadir. Meskipun mereka berasal dari angkatan alumni yang sama, namun seiring berjalannya waktu tentu tidak mudah mengingat wajah dan nama masing-masing. Oleh karena itu untuk menambah keakraban, maka satu per satu yang hadir di zoom memperkenalkan dirinya dimulai dari kelas A berurutan hingga kelas berikutnya.

Dari sini mulai terungkap dan diketahui selain nama, juga profesi dan domisili mereka saat ini. Alumni angkatan 1997 saat ini sudah tersebar ke berbagai pelosok negeri. Tidak hanya yang ada di seputaran Surabaya dan sekitarnya. Beberapa di antaranya ada yang menetap di Jabodetabek, hingga ada yang di luar pulau seperti Lombok, Gorontalo bahkan ada yang menetap di Kuala Lumpur.

Menjelang pkl. 22.00, reuni virtual soNGOPItu ini berakhir dengan berbagai wajah kepuasan dari masing-masing alumni. Kerinduan mereka pada teman-teman yang sudah terpendam sekian lama sudah terlampiaskan. Sandri, alumni kelas 3J yang malam itu bertindak sebagai operator jalannya zoom, mengungkapkan pada tim IKARHOLAZ.COM bahwa semua persiapan acara reuni ini hanya berlangsung selama dua minggu.

Sandri mengungkapkan kesannya setelah terselenggaranya reuni ini “Alhamdulillah bahagia sudah mulai terkumpul sekeping demi sekeping kenangan masa SMP lalu dan sekarang tinggal bagaimana kita akan membawa hubungan pertemanan ini ke tingkatan yang lebih bermanfaat bagi teman-teman yang lain” .

Senada dengan yang disampaikan oleh Sandri, Herry selaku koordinator acara berharap untuk selanjutnya ada kepengurusan sendiri di antara alumni ’97 lalu menghasilkan program-program yang bermanfaat untuk semuanya. Yossi sendiri cukup terkesan dengan terselenggaranya reuni virtual, mengingat selama ini percakapan yang dilakukan di WAG sudah cukup rame dan seru dengan berbagai topik. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila dilakukan pertemuan tatap muka, diantaranya melalui reuni virtual Songo Pitu Rolas dengan tema acara “Temu Guyon Guyub Genah” ini.

Herry, Yossi dan Sandri yang malam itu menjadi seksi sibuk, tidak bisa menyembunyikan kerinduannya pada SMPN 12 sebagai sekolah yang membesarkan dan mendidik mereka saat memasuki usia remaja. Yossi mengenang pak Mardjuki sebagai guru yang tegas dan memotong rambut laki-laki yang terlihat panjang atau gondrong. Namun demikian, bagi Yossi tindakan itu merupakan bentuk penanaman sikap disiplin yang dampaknya dirasakan saat sudah dewasa. Sandri pun menyampaikan doanya supaya guru-guru yang pernah mengajar mereka tetap bahagia dan sehat selalu di masa-masa senja beliau-beliau.

Sebagai penutup perbincangan, Herry menyampaikan harapannya pada IKARHOLAZ supaya makin solid dan banyak manfaatnya yang bisa dirasakan oleh semua alumninya. Secara khusus Ary Pribawanto, selaku ketua umum Ika Rholaz, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan reuni virtual angkatan ’97 ini. Dia berpesan supaya angkatan 97 menjaga kekompakan, tetap menjalin silaturahmi dan ke depannya bisa mendukung program-program IKARHOLAZ.[]

Reporter: Okky Tri Rahardjo

Kreator Logo IKARHOLAZ Berpulang

Tidak ada yang menduga jumlah umur manusia. Tidak ada yang mengira batas hidup seseorang. Rasanya seakan tak percaya, tapi tidak mungkin dielakkan. Masih terbaca dengan jelas iklan penjualan Madu Asli dan Susu Almond yang kemarin dia promosikan di grup Ika Rholaz pada Pkl. 11.38 WIB.

Hari ini seluruh warga grup WA Ika Rholaz terhenyak mendengar kabar sang pemilik pariwara itu meninggal dunia. Ya, benar sekali Prasetyo Pitranggono yang akrab dengan panggilan Mas Pras telah meninggalkan kita semua, keluarga besar alumni SMPN 12 Surabaya.

Semalam, 14 Februari 2021 Mas Pras berpulang karena mengalami serangan jantung. Seharian itu beliau terlihat kurang sehat fisiknya. Sore itu Pras mendapatkan panggilan untuk terapi seorang pasien, sesuai dengan keahliannya sebagai seorang terapis pijat refleksi, dia pun berangkat menunaikan tugasnya.

Di tengah-tengah melakukan terapi pada pasiennya, Pras sudah menahan kesakitan. Entah mengapa saat itu dia merasa lelah sekali dan seperti ada sesuatu yang menekan di dadanya. Tubuhnya berkeringat, wajahnya pucat. Dia tidak bisa berlama-lama menjalankan tugasnya. Segera saja dia terburu-buru pamit undur dari rumah sang pasien.

Namun karena tak kuasa menahan sakit, daripada terjadi sesuatu di perjalanan, Pras pun memutuskan pulang dengan memesan ojek online. Sepeda motor yang dia gunakan dia tinggalkan di rumah pasien, yang ternyata merupakan orang terakhir yang menggunakan jasanya, dengan janji besok akan kembali untuk mengambil sepeda motor tersebut.

Sesampai di rumah, Pras menghubungi teman baiknya yang juga dikenal bisa memijat dengan baik. Pada teman ini, Pras mengeluhkan sakitnya yang seperti tiba-tiba. Rasanya tubuhnya tidak kuat untuk beraktivitas. Kesimpulan mereka berdua, mungkin karena Pras terlalu kecapekan akibat banyaknya aktivitas yang dijalani.

Namun belum lama Pras dipijat, tiba-tiba dia tidak sadarkan diri sambil mengeluh sakit pada bagian dadanya. Segera saja Pras dibawa menuju ke RSI Jemursari untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pkl. 23.00. Namun sebaik apapun usaha manusia, bila Tuhan berkehendak lain, apa daya kita sebagai manusia. Pkl. 00.05, Pras menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan keluarga yang dicintainya.

Ada banyak ungkapan tidak percaya dan keterkejutan atas berpulangnya Pras, karena kehidupannya meninggalkan banyak kesan yang baik. Pras dikenal sebagai seorang pekerja keras yang ulet dan pantang menyerah. Apapun dia usahakan. Kalau mengikuti WA group Ika Rholaz, betapa ada berbagai macam usaha yang dia kerjakan.

Awal mula dikenal sebagai seorang yang bergerak dalam jasa pembuatan desain logo, lalu menyatakan diri sebagai ahli terapis yang bisa mengatasi sakit seseorang dengan cara dipijat. Belakangan ini pada masa pandemi Pras membuat gebrakan baru dengan bergerak dalam bidang kuliner. Pras menawarkan kue pie susu buatannya. Pie susu ini sangat istimewa karena biasanya hanya kita dapatkan ketika berkunjung ke Pulau Bali, namun melalui Pras kita bisa mendapatkannya tanpa perlu meninggalkan Kota Surabaya.

Masih hangat dikenal sebagai penjual pie susu, dia mempromosikan juga Susu Almond dan Madu Asli. Baiknya lagi, untuk keluarga besar Ika Rholaz, Pras menyediakan diri untuk mengirimkan sendiri kue dan madu atau susu untuk pemesanan dengan alamat Kota Surabaya tanpa adanya tambahan biaya jasa pengiriman.

Demikian juga berbagai usaha lain sempat ditekuni oleh Pras demi usaha untuk mencari rejeki bagi keluarganya. Adapun sebagian usaha yang ditekuni oleh Pras sudah dia daftarkan dalam listing Ika Rholaz.

Lapak Mas Pras di listing IKARHOLAZ.ID

Salah satu sahabat baik Pras yaitu Andre menyatakan kedukaannya. Andre mengenang Pras sebagai seorang yang berpendirian teguh, ulet dan mudah bergaul. Mereka berdua yang sama-sama lulusan SMP 12 tahun 1991 ini merupakan sahabat karib yang masih berkomunikasi dengan baik. Andre berujar “Seminggu lalu kami masih bertemu di Pasar Pucang untuk CODan barang yang dia tawarkan”.

Andre tidak menyangka bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir mereka berdua. Andre mengingat masa-masa mereka pernah satu kelas saat kelas 2N, “Pras itu termasuk orang yang Don Juan, soalnya ngganteng kan orangnya… Dia juga pintar, makanya kan masuk SMA 2”. Andre menguraikan sifat Pras yang mudah bergaul sehingga banyak teman, suka bermain musik namun demikian Pras juga dikenal sebagai orang yang berkepribadian keras yang menjadikan dia memiliki pendirian teguh.

Bagi kalangan Ika Rholaz secara pribadi, Pras dikenang sebagai pembuat logo Ika Rholaz yang saat disayembarakan, logo buatannya mendapatkan apresiasi sebagai pemenang. Saat itu Ika Rholaz baru terbentuk secara organisasi dan diadakan Munas untuk pertama kalinya.

Sebagai sebuah organisasi tentu memerlukan identitas sebuah logo, keahliannya dalam bidang desain membuat Pras memberanikan diri untuk mengikuti lomba pembuatan logo Ika Rholaz. Hal ini tentu bukan semata demi keuntungan materi semata yang dia kejar. Kecintaannya pada almamater sekolah yang mendidik dan membesarkannya itulah yang membuat dia rela menyisihkan waktu demi membuat logo yang diberinya nama Segitiga Kebahagiaan itu.

Ada banyak kenangan kita sebagai sesama alumni SMP 12 terhadap seorang Prasetyo Pitranggono atau kita memanggilnya dengan sebutan Mas Pras. Meskipun interaksi kita sebagai sesama alumni dengan dia belum begitu lama, namun kenangan dan eksan dia sebagai seorang yang baik, tentu tidak bisa diragukan lagi.

Secara pribadi, setelah sekian waktu komunikasi melalui media sosial, penulis bertemu Mas Pras untuk pertama kalinya saat even Ika Rholaz Peduli di sebuah rumah makan di bilangan Manyar Rejo. Kami berbincang sejenak sekedar untuk mengenalkan diri masing-masing secara langsung. Saat ada sesi foto bersama, secara kebetulan saya ambil posisi bersebelahan dengan dia. Tidak saya duga, ternyata itu pertemuan pertama yang sekaligus pertemuan terakhir dengan Mas Pras.

Selamat jalan Mas Pras, doa kami menyertaimu…

Reporter: Okky Tri Rahardjo

Talkshow IKARHOLAZ di LPPL Radio Suara Sidoarjo

Empat pemuda Ikarholaz mendapat kehormatan dari Aries Widojoko,  direktur Radio SS (Suara Sidoarjo) untuk mengisi talkshow di salah satu radio LPPL (Lembaga Penyiaran Publik Lokal) Indonesia yang dipimpinnya. Talkshow berlangsung 30 menit di studio Suara Sidoarjo Jl. Pahlawan Sidoarjo pada Selasa (17/11/2020).

Menurut Josi, salah satu peserta talkhow, radio Suara Sidoarjo dapat menjadi media partner untuk program-program Ikarholaz. “Kita harus sering kreatif untuk buat program dan konten-konten event agar dapat lebih banyak traction, subscriber dan partisipan baik untuk media radio maupun media sosial Ikarholaz.

Ramaikan Hari Pahlawan, Doeloer Rholaz 86 Gowes Bareng

Dalam Rangka ikut meramaikan semangat pahlawan 45 arek Suroboyo, alumni 86 mengadakan acara Gowes bersama pada Minggu (15/11/2020) dengan Taman Bungkul sebagai titik kumpul.

Acara gowes yang dimulai pukul 06.00 menempuh jarak yang cukup lumayan jauh. Dimulai dari Taman Bungkul, lanjut ke sekolah SMPN 12 Surabaya, kebon binatang Surabaya (KBS), dan berakhir di Gelora Pancasila.

Dari itenerary yang diterima redaksi, 2 Spot dipakai untuk selfi, yakni sekolah dan kebun binatang. Di Gelora Pancasila yang merupakan lokasi akhir Doeloer Rholaz 86, sebutan alumni 86, berhenti untuk makan siang di warung Warung Pecel Bu Pri, warung sejuta umat Rholazer.

Menurut Cak Freddy, seluruh peserta menerapkan standar protokol covid. “Acara ini on de spot dengan menerapkan protokol kesehatan secara mandiri yakni masker dan Hand Sanitizer”. Ujar pria berdarah Ambon manise ini.

Live Report Tasyakuran bersama E-Station Surabaya

Ada yang berbeda dari tasyakuran tahun ini dengan sebelumnya. Jika sebelumnya tasyukuran bisa dihadiri banyak orang dan tampil offair di dalam Mall, tahun ini acara hanya boleh dihadiri terbatas, dan di masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya.

Keterbatasan tak membuat panitia bekerja ala kadarnya. Agar acara bisa disaksikan banyak orang di luar, panitia menggandeng E-Station untuk menyiarkan acara secara live. Ucapan terima kasih layak diberikan ke Aries Widojoko, owner E-Station. Alumni 85 yang berposisi sebagai Humas IKARHOLAZ itu berkenan memberikan slot waktu E-Station untuk kegiatan IKARHOLAZ.

Dalam siaran ini, bertindak sebagai HOST adalah Prita Indradewi, alumni 92, dibantu Agsan 94 dan Novi C Lanang 93 sebagai kameramen. Sedangkan di studio E-Station sendiri, acara dipandu oleh Yohan, penyiar E-station dan Yosef Abrijanto, alumni 85.

Sambutan Tasyakuran 2nd Anniversary, Ketua Umum tegaskan tidak ada pengurus keluar karena masalah integritas

November bukan saja menjadi bulan bersejarah bagi kota Surabaya, namun juga bagi segenap alumni SMPN 12 Surabaya yang tersebar diberbagai penjuru tanah air dan manca negara. Karena di bulan November, tepatnya tanggal 11 November 2018 Ikatan Alumni SMPN 12 resmi berdiri. Pendirian IKARHOLAZ disahkan melalui Akta Notaris lengkap dengan isi AD ART Organisasi.

Sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pendiri yang telah berjuang mewujudkan organisasi, Jumat siang (13/11/2020) pengurus IKARHOLAZ mengadakan tasyakuran di Masjid SMPN 12 Surabaya. Lokasi masjid dipilih karena bersamaan dengan syukuran akan dilakukan serah terima donasi Cinta Masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara syukuran dikemas sederhana mengingat status kota yang belum lepas dari ancaman covid-19. Panitia juga membatasi peserta tak lebih dari 40 orang. Menurut Pak Nur, HUMAS SMPN 12, peserta syukuran wajib menerapkan protokol covid seperti pemakaian masker dan social distancing.

Acara digelar di halaman masjid pukul 11.30 di sekolah dengan diawali sholat Jumat bersama di masjid belakang sekolah. Usai sholat jumat, dilakukan prosesi serah terima donasi kepada perwakilan sekolah kemudian berlanjut pemotongan tumpeng, makan siang bersama, dan doa.

Sesi serah terima telah diserahkan dana Rp 11.500.000 (ada fotonya) ,- kepada perwakilan sekolah. Dana itu adalah hasil patungan para alumni yang dikumpulkan lewat 3 jalur donasi, QRIS, aplikasi Galang Dana, dan Transfer Manual.

Diketahui sebelumnya, Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat/Almamater membuka program galang dana lewat Program Gotong Royong Tuntaskan Pembangunan Masjid Al Ikhlas SMPN 12. Tak sampai 2 hari terkumpul dana masuk sekitar 11,5 juta. Sekiranya cukup untuk menuntaskan pembangunan yang kurang fasilitas wudlu pria serta sedikit renovasi untuk bagian putri.

Dalam acara ini, panitia juga mengundang para pembina dan penasehat, termasuk guru-guru SMPN 12 Surabaya. Dwi Rahmawati, wakil ketua sekaligus koordinator acara mengaku bersyukur akhirnya acara bisa terselenggara di tengah masa sulit pandemi yang belum juga reda. Dikatakannya, bahwa pengurus telah memberikan tenaga dan pikiran terbaiknya dengan segala kekurangan dan kelebihan.

“Dalam kepengurusan ada ketidakcocokan, beda pendapat, itu adalah hal biasa mengingat kita semua baru berinteraksi dan dari berbagai background.” Kata Dwi.

Menyelami berbagai dinamika yang terjadi selama 2 tahun ini, dalam sambutannya, Arry Pribawanto ketua umum IKARHOLAZ, tidak menampik beberapa anggotanya keluar. Namun anggota yang mengundurkan diri murni karena alasan pribadi masing-masing.

“Tidak ada satupun pengurus IKARHOLAZ yang keluar karena masalah integritas.” Tegasnya menanggapi isu yang berkembang.

Selanjutnya Cak Arry berharap agar semua pengurus untuk lebih bersabar dan bijaksana dalam berkomentar di sosial media, baik Whatsapp maupun Telegram.

Sambutan Ketua Umum untuk 2nd Anniversary IKARHOLAZ

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kawan-kawan alumni yang berbahagia, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunianya, pada hari ini kita memperingati hari kelahiran ikatan alumni SMPN 12 Surabaya.

Hari kelahiran yang tepat bersamaan dengan hari jadinya lmamater kita. SMPN 12 Surabaya, yang ke 46. Satu hari setelah peringatan hari pahlawan 10 November 2020. Kiranya, spirit kepahlawan menjadi semangat berdirinya organisasi tercinta ini. Memperingati hari lahir IKARHOLAZ, hari lahir SMPN 12 Surabaya adalah satu paket dengan hari pahlawan.

Hari pahlawan kiranya tidak hanya sekadar diingat pada setiap tanggal 10 November saja, namun lebih dari itu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia.

Apa yang telah dilakukan para pahlawan kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan perjuangan mereka. Sebagaimana organisasi kita ini, banyak alumni telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya dalam mendirikan hingga mempertahankan roda organisasi.

Masa-masa sulit masih kita lalui bersama ketika pandemi melanda dunia. Berapa kali kita saksikan teman-teman kita gugur oleh wabah global ini. Dari pengurus sendiri, Mas Gandi Wicaksono, HUMAS IKARHOLAZ. Al fatehah untuk beliau. Setahun sebelumnya, Mas Rudi. Semoga Tuhan memberi tempat terbaik untuknya.

Meskipun dalam mada pandemi covid, peringatan hari pahlawan tahun 2020, hari lahir IKARHOLAZ dan SMPN 12, diharapkan dapat berlangsung secara khidmat dan tidak kehilangan makna. Bahkan dapat memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen alumni untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan alumni.

Maka itu yang menjadi slogan kita saat ini, slogan tahun ke-2. Bersatu dalam keberagaman, Bergerak untuk Kemanfaatan. Spiritnya sama dengan semboyan negara. Sebab telah kita sadari bersama, bahwa ada banyak lingkaran-lingkaran persahabaran di IKARHOLAZ.

Kita berbhineka tapi harus bersatu agar manfaat tercapai sebagiamana yang diamanatkan dalam AD ART. Nilai-nilai kepahlawanan seperti : percaya kepada Tuhan, rela berkorban, pantang menyerah, suka membantu, bergotong royong, perlu terus dirawat dan dipupuk agar dapat tumbuh bersemi di dalam hati sanubari setiap alumni, apapun lingkaran pertemanan kita.

Semangat kepahlawanan yang terus menyala, dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya kita mengisi kegiatan dalam bingkai kebersamaan untuk mewujudkan cita-cita founder IKARHOLAZ 2 tahun lalu, bahkan mereka-mereka yang telah berupaya mewujudkan ikatan alumni di tahun-tahun sebelumnya.

Yakin apabila setiap alumni RHOLAZ tertanam semangat dan nilai-nilai kepahlawanan tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai masalah organisasi, masalah-masalah di lingkungan, di sekitar, bahkan tak mustahil segala problem negara tercinta ini.

Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh alumni untuk berpartisipasi memperingati 2nd Anniversary sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pendiri, penggagas organisasi yang telah berjuang mewujudkan.

Kita lanjutkan perjuangan mereka, bergotong royong berkontribusi membangun organisasi. Kita buktikan bahwa IKARHOLAZ adalah ikatan alumni yang tangguh, berdaya saing, penuh dengan daya kreasi yang tidak kalah dengan ikatan alumni lain.

Selamat Hari Pahlawan Tahun 2020, Selamat Hari Jadi SMPN 12 Surabaya ke-46, dan Selamat Hari Ulang tahun ke-2 IKARHOLAZ, Selamat semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan-Nya kepada para alumni RHOLAZ. Semoga IKARHOLAZ menjadi organisasi alumni yang kuat , mandiri dan tetap menebar manfaat .

Jaya selalu……. IKARHOLAZ WANI !

Wassalamualaikum wr. Wb

IKARHOLAZ Salurkan Donasi 23.517.500 Lewat Program Cinta Guru

Awal November tahun ini, IKARHOLAZ melalui Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat/Almamater menyerahkan donasi Program Cinta Guru kepada Pak Marduji senilai Rp 23.517.500.-

Koordinator bidang, Muhammad Imaduddin mengatakan, donasi telah diberikan langsung ke Pak Marduji pada Senin (2/11/2020) pkl 12.00,- di ruang perawaran Pak Mardjuki RSAL. Hadir dalam proses penyerahan itu adalah Muhammad Imaduddin, Subantoro, Joseph, dan Dini Herawati.

“Siang hari ini sudah dilakukan penyerahan donasi program CINTA GURU dan saya ucapkan banyak terima kasih buat semua dulur dulur IKARHOLAZ atas partisipasi dan perhatian kepada guru guru kita.” Ujarnya dalam keterangan tertulis di media sosial.

Pak Mardjuki saat menerima amplop berisi dana hasil program Cinta Guru. Sebelah kanan adalah suster Maria, Rholaz 84, perawat di ruang C1 tempat pak Mardjuki dirawat.

Donasi itu, lanjutnya, adalah hasil patungan para alumni yang dikumpulkan lewat 3 jalur donasi, QRIS, aplikasi Galang Dana, dan Transfer Manual. Donasi dibuka selama 6 hari sejak 26 Oktober 2020 dan terkumpul dana sebanyak Rp. 23.667.803,-.

Dari jumlah itu yang bisa ditarik adalah Rp 23.517.346,-. Menurut Novi, pengelola aplikasi Galang Dana, adanya selisih ini karena ada biaya admin yang dikenakan provider payment gateway untuk pembayaran melalui QRIS, Virtual Account Bank, dan Ritel Almart/Indomaret. Jumlahnya variatif tergantung pilihan pembayaran. “Yang jelas tidak ada biaya admin atau fee apapun dari proses penggalangan dana ini yang diberikan/disisihkan untuk pengelola.” Ujarnya.

Pengelola membuka data secara detil hasil rekap dan bisa diakses langsung melalui laman galang dana di https://ikarholaz.com/campaign/program-cinta-guru-smpn-12-surabaya#updates/ . Jika terdapat transfer dana yang belum masuk bisa konfirmasi ke no 083830561212 dengan menginformasikan nama, jumlah, dan waktu transfer. (NCL)

Sambut 2nd Anniversary, IKARHOLAZ adakan Kontes Video

Tak terasa usia organisasi ikatan alumni SMPN 12 Surabaya hampir mendekati 2 tahun. Menyemarakkan hari jadi yang berlangsung November 2020, IKARHOLAZ mengadakan kontes Video bertajuk “Bersatu Dalam Keberagaman Bergerak Untuk Kemanfaatan”. Dalam kontes ini panitia mengundang circle-circle yang ada di alumni SMPN 12, seperti klub hobi, arisan, komunitas, dan lain-lain. meski begitu, pendaftar bisa juga sebagai perorangan. Info selengkapnya klik Kontes Video 2nd.

Untuk pendaftaran klik Kontes (section paling bawah)
5 pendaftar pertama berhak atas Voucher Java Fishing senilai Rp 25.000

Gandi Soni Wicaksono Tutup Usia

IKARHOLAZ kehilangan alumni terbaiknya. Setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, Gandi Soni Wicaksono akhirnya berpulang pada Kamis pagi (1/10/2020).

Almarhum Gandi Soni Wicaksono aktif berperan di koorganisasian Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Almarhum sempat menjabat sebagai koordinator Bidang Hukum dan Keorganisasian selama 2 tahun hingga kemudian dipindah ke Bidang Humas untuk menunjang kebutuhan informasi publik organisasi.

Selain itu, almarhum juga aktif sebagai pengasuh di Komunitas Mata Hati (KMH), sebuah komunitas penyandang disabilitas, tuna netra. Beberapa kesempatan Almarhum mengajak Komunitas Mata Hati untuk turut berkontribusi dalam acara IKARHOLAZ.

Jam terbangnya dalam dunia kepenyiaran, IKARHOLAZ sempat menghadirkan pria yang bekerja sebagai Komisioner di KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jatim menjadi salah satu inspirator dalam program “Kelas Inspirasi”.

Mengenang kepergiaannya, sebuah sajak dibuat seorang sahabat dekat beberapa jam setelah mendengar Almarhum wafat.

Saat semua dg bangga memamerkan Hartanya, kau hanya tersenyum saja.
Saat mereka dg bangga memamerkan jabatannya, dan kau dg bangga memperkenalkan anak2 asuhmu yg tuna netra.
Aku terpana dan terdiam.
Kau begitu mulia.
Kau begitu ceria, tanpa pernah merasa hina.
KAU…. LUAR BIASA BRO!

Aku menangis tertahan mendengar kau meninggal.
Kau begitu cepat pergi.
Meninggalkan kami.
Yg diam2 mengagumi diri.
Dengan ketulusan yg penuh kasih.
Diam… Dg senyum dan tidur tenang, kau pergi menghadap illahi.

Bro, gue malu.
Malu dg ketenangan mu.
Malu dg ketulusan hatimu.
Kau rawat anak anak tuna netra dg penuh kasih.
Kau peluk mereka dg ketulusan hati.
Akankah gue bisa seperti mu Bro?
Yg tak pernah memikirkan diri dan duniawi.

Selamat jalan kawan.
Bahagialah di sisi Allah SWT.
Karena loe pantas berada di surga nya.

Aamiin