Berita

IKARHOLAZ Bagikan 150 Hazmat EIGER ke Rumah sakit Surabaya dan Sidoarjo

Setelah merampungkan program “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah” pada periode Juni-Juli 2021, IKARHOLAZ kembali melakukan kegiatan sosial bertajuk IKARHOLAZ TEBAR HAMZAT.

Pada kegiatan ini, IKARHOLAZ membagikan 150 pcs Hazmat (baju APD) EIGER ke 3 Rumah Sakit, pada Selasa (15/6/2021). Masing-masing 50 hazmat untuk RS Hudaya Utama, RS RKZ, dan RS Siti Khodijah Sidoarjo.

Menurut dr. Tjienywati, bantuan hazmat ini sangat berarti,  mengingat jumlah pasien covid terus meningkat. “Apalagi muncul varian baru.  Rata-rata yang masuk orang Surabaya. Sampai kamar full tuk covid.” Ujar kepala IGD RKZ itu.

Akhir kegiatan, Imaduddin, mewakili pengurus IKARHOLAZ mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak EIGER selaku penyedia HAZMAT. Terkhusus untuk Swedi Arifin yang selalu pro aktif dalam koordinasi dengan pihak EIGER. Juga kepada para relawan IKARHOLAZ yang telah meluangkan waktunya pada agenda TEBAR HAZMAT ini.

Kegiatan ini dibawah Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat/Almamater IKA SMPN 12 Surabaya. Bisa terlaksana berkat dukungan Eiger selaku penyedia hazmat. Turut serta dalam aksi setengah hari ini: Dyah 88, Irma 84, Swedi Arifin 95, Dawan 92, dan Toro 87. ***

Reportase: Novi
Fotografer: Toro

Foto bukti penerimaan:

Halal bihalal Rholazer 86, Ajang Berkumpulnya Kelompok Goweser, Ngaji, Tiktoker, hingga Kuliner. Plus Renang Bareng!

Setelah sekian lama memendam rindu, akhirnya Rholaz 86 mengadakan Halal Bi Halal yang sekaligus reuni sesama alumni SMPN 12 lulusan 1986. Acara yang dikemas menarik, seru dan penuh keakraban ini digelar pada Minggu, 13 Juni 2021 berlokasi di Hotel Mercure Gedung Jakarta Lantai 6. Alumni yang sudah tersebar di berbagai daerah hari itu secara khusus menyempatkan diri untuk hadir sekedar memenuhi rasa rindu dan melihat bagaimana wajah teman mereka yang sudah lama tak dijumpai.

Dewi Kencono Wungu, yang hari itu mendapatkan mandat untuk membawakan acara, menyampaikan bahwa sekalipun Rholaz 86 terbagi menjadi beberapa kelompok, namun hal itu tidak menjadikan alumni 86 ini terpecah-pecah atau terkotak-kotak. Namun beberapa kelompok yang ada itu malah menjadi support terjalinnya silaturahmi di antara para alumni dalam berbagai kegiatan yang positif.

Pada kenyataannya, memang alumni 86 ini memiliki beberapa kegiatan aktif yang terdiri dari beberapa kelompok. Ada kelompok Gowes, terhimpun juga kelompok Ngaji tiap Jum’at, terbentuk pula kelompok penyuka Tik-tok dan tak lupa ada juga kelompok kuliner. Setiap alumni bisa terlibat pada lebih dari satu kelompok sesuai dengan minat dan keinginannya. Hal yang jarang sekali ditemukan dalam kelompok alumni SMPN 12 angkatan lainnya.

Acara Halal Bi Halal ini terselenggara atas keinginan para alumni 86 yang kemudian disambut dengan gercep oleh Abimanyu Yoyanto, Susy Herawati, Dyah W , Fredy Djoni, Nuswansari, Eko Siswanto serta Yuti. Dengan dikomadani Bimo, nama beken Abimanyu, mereka pun bergerak bersama secara solidaritas untuk mewujudkan acara Halal Bi Halal ini. Hasil kerja keras mereka dalam wakt singkat itu berhasil mengumpulkan 53 alumni, sekalipun yang mendaftar sebelumnya sebanyak 62 orang. Oleh karena masih dalam suasana pandemi, maka acara diadakan dengan menerapkan protokoler kesehatan secara ketat.

Acara ini diawali dengan pembacaan doa dari seorang alumni yaitu Ustadz Nurudin yang saat ini berdomisili di Gresik. Acara menjadi meriah karena bertepatan dengan hari ulang tahun Wiwin Yuniarti dan Seno, sehingga pada hari itu dirayakan bersama-sama dalam acara yang penuh kesan itu. Usai acara, atas kontribusi salah seorang alumni, para alumni yang hadir diberikan kesempatan untuk menikmati fasilitas renang di salah satu kediaman alumni. Suasana keakaban pun makin terasa, seakan tidak ada bedanya masa SMP dengan masa saat ini walaupun sudah terpisah lebih dari tiga puluh tahunan.

Salah satu hal yang menarik, dalam Rholazer 86 ini tidak ada struktur organisasi yang kaku. Tidak ada susunan pengurus alumni yang membedakan siapa lebih tinggi posisinya dibandingkan dengan yang lainnya. Adapun semua kegiatan dilaksanakan dengan urun rembug, melalui pertimbangan yang matang dan penuh kekeluargaan. Bravo untuk Rholaz 86…

Editor: Okky Raharjo/Novi
Koresponden/Fotografer: Subantoro

Foto-foto:

Jalin Tali Silaturahmi, RHOLAZER 74 Adakan Halalbihalal Hybrid

Rek……//wis sue  suwe ora jamu//wis  ora ketemu//kangen rek//sepurane sing ake//

Begitu slogan Halal Bi Halal alumni rholaz 1974 yang menggema saat acara. Tak kurang 30 alumni hadir dalam acara yang berlangsung di Resto Wakak Perum Puri Suryajaya Sidoarjo, Minggu (6/6/2021).

Halal bi halal berkonsep hybrid (online/offline) dihadiri para alumni yang datang dari penjuru kota di Jawa Timur seperti Malang, Bangil Pasurusan, dan Surabaya. Aniek, salah seorang  alumni dari Solo pun turut hadir meramaikan acara. Juga Prof. Dr. IMAM MUSTOFA drh., M.Kes. dari fakultas Kedokteran Hewan dan Adiastuti, drg., Sp.KGA., M.Kes. dari UNIAR yang ternyata alumni rholaz 74.

Acara dibuka oleh ketua panitia Roedhy Endoet dengan MC Namar setelah sebelumnya diawali dengan doa oleh Iskaq Roonie.

Acara berlangsung penuh canda tawa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Bagi alumni yang tidak hadir baik dari dalam maupun luar negeri turut serta mengikuti acara melalui Zoom *** [Toro, IKARHOLAZ]

Rholaz 86, Sembari Gowes ke Batu Beri Donasi ke Panti Asuhan

Rholaz 86 melakukan kegiatan sosial dengan memberi donasi ke  Panti Asuhan Darul Azhar di desa leses Mijo Karang ploso, Rabu (26/5/2021).

Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Rholaz 86 untuk menjadi manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai penanda bahwa Goweser 96 tidak hanya sekedar gowes tapi juga bisa melakukan hal positif lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menjadi inspirasi komunitas sepeda lainnya, untuk tidak hanya cari sehat tapi sembari gowes bisa beri kontribusi positif ke masyarakat,” kata Dyah Ning, alumni 86 melalui pesan singkatnya. “Kebetulan salah satu pengurus panti, Mas Suwarno, adalah alumni 86 juga,” Imbuhnya.

Kegiatan gowes yang diikuti 13 goweser alumni SMPN 12 lulusan 1986 ini berangkat dari Green Hill sekitar pukul 06.30 Wib menuju Heritage Malang. Melewati  rute Sengkaling, Warung Tani, Heritage Malang dan kembali ke Green Hill.

Di sepanjang perjalanan,rombongan gowes terlihat begitu menikmati keindahan kota dan segarnya udara pagi.

Turut aksi dalam kegiatan sehat ini adalah Fredy, indah, Ririn, Ety, Wiwin, Ambar, Taty, Yayin.Titut, Agus, Hari.W, Didik, dan Mike Widyarachmi selaku ketua kegiatan.*** [Novi]

Halal bihalal Panitia Ramadhan Undang Guru Legend

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan jerih lelah teman-teman panitia yang tergabung dalam tim Laskar Ramadhan” Kata Dyah Murfiati  (1988) dihadapan peserta halal bihalal penghujung pekan kemarin. Untaian terima kasih yang diucapkannya mengakhiri masa kerja panitia yang menamakan diri Laskar Ramadhan.

Penggiat Ternaknesia itu bersama teman-teman panitia mengakhiri tugas bersama dalam sebuah acara sederhana bertajuk Halal Bi Halal Laskar Ramadhan di Cafe Tempat Kumpul, Taman Sepanjang Sidoarjo pada Sabtu (22/5/2021) sore

Tak kurang 30 peserta hadir dengan dress code yang telah ditentukan sebagai wujud kekompakan. Acara berlangsung sore hari, terlaksana dengan suasana penuh keakraban dan menjadi ajang silaturahmi non formal sesama alumni SMPN 12.

Acara dibuka oleh Lianawati (2002) dengan menghadirkan putranya yang seorang hafidz cilik. Panitia yang didapuk sebagai pembawa acara itu menyampaikan rasa syukurnya betapa masih diberikan kesempatan untuk berbuat yang terbaik di bulan Ramadhan tahun ini.

Mewakili tim Laskar Ramadhan, Lianawati menyampaikan permohonan maafnya dan supaya dimaklumi kerja panitia yang terbatas jumlah dan dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat.

Halal Bihalal ini makin meriah dengan hadirnya Pak Mardjuki selaku guru dan penasehat Ikarholaz. Guru legend yang cukup dekat dengan mantan siswanya ini hadir dengan wajah cerah dan sumringah.

Pak Jack, panggilan akrabnya, menyampaikan rasa syukurnya bahwa kegiatan bulan ramadhan yang diselenggarakan PP IKARHOLAZ berlangsung lancar dan sukses.

Ditengah sambutan, Pak Jack juga menceritakan kondisi kesehatannnya yang sudah mulai membaik dan bisa berjalan lagi meskipun dalam langkah kaki yang belum terlalu banyak. Selama enam bulan Pak Mardjuki harus beraktivitas dengan dibantu kursi roda.

Acara Halal Bi Halal ini terselenggara secara spontan memanfaatkan momen lebaran, dengan pendanaan swadaya dari panitia yang hadir. Selain sebagai pengganti konsumsi, sisa dana terkumpul dalam acara halal bihalal itu juga dirupakan dalam bentuk tali asih kepada pihak-pihak yang senantiasa support kegiatan, diantaranya Pak Mardjuki mewakili Guru, Bimo mewakili Panitia, dan Novi mewakili Pengurus menggantikan Dwi Rahmawati yang berhalangan hadir.

Even bulan Ramadhan memang sudah berakhir, namun semangat kebersamaan tidak akan pernah bisa dihentikan oleh berakhirnya sebuah even. Semangat  IKARHOLAZ yang dibentuk untuk menambah persaudaraan, merukunkan alumni antar angkatan dan merekatkan setiap perbedaan akan terus berlanjut sampai kapan pun. ***

Reportase : Okky
Editor : Novi
Fotografer : Subantoro

Foto-foto:

Laskar Ramadhan IKARHOLAZ Serahkan laporan Kegiatan bersamaan Pembubaran Panitia di My Kopi-O!

Tuntas melaksanakan kegiatan ramadhan selama 3 minggu, panitia kegiatan “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah” menyerahkan laporan kegiatan ke PP IKARHOLAZ di My Kopi-O! Surabaya Town Square, pada Selasa (11/5/2021). Acara dikemas dengan kegiatan buka bersama, dihadiri tak kurang 30 alumni yang terdiri dari panitia, simpatisan, dan koordinator angkatan. Hadir juga Dini Herawati, Jossi, dan Hera mewakili Pengurus IKARHOLAZ.

Dyah Murfiati, ketua Laskar Ramadhan, sebutan untuk tim panitia kegiatan Ramadhan, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh alumni yang hadir. Selanjurnya, anggota bidang sosial IKARHOLAZ dan penggiat sosial Kader Pangan Ternaknesia itu menyerahkan 1 jilid laporan kegiatan kepada perwarkilan PP IKARHOLAZ untuk divalidasi lebih lanjut sebelum dipublikasikan ke publik.

Kegiatan buka bersama yang bertepatan dengan puasa hari ke-29 berlangsung cukup gayeng dengan disertai pemberian souvenir kepada seluruh panitia yang hadir. Seluruh biaya buka bersama dan pemberian souvenir ditanggung oleh salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Arry Pribawanto, Ketua Umum IKARHOLAZ, turut menyampaikan terima kasih tak terkira kepada seluruh panitia terlibat. Secara khusus, pria yang tinggal di Depok Jawa Barat itu mengucapkan terima kasih kepada salah satu alumni yang membiayai acara buka bersama. “Suwun wis mbantu gawe pembubaran panitya & kaose 🙏🙏 ” Ujarnya melalui WAG Pengurus. [Novi]

Foto : Dini Herawati, Herry, dan Anonim.

Laskar Ramadhan IKARHOLAZ Sukses Salurkan 250 Bingkisan Lebaran Alumni dan Guru

Bulan Ramadhan 2021 ini IKA RHOLAZ mengadakan program bertajuk “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah”. Program ini dilaksanakan sebagai pengganti acara buka bersama atau berbagi takjil yang biasa dihelat tahun-tahun sebelum pandemi. Program “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah” diadakan dengan melakukan crowdfunding ke alumni seluruh angkatan dan hasilnya diperuntukkan untuk alumni SMPN 12 pula, berupa paket bingkisan Lebaran.

Penyaluran bingkisan Lebaran diawali dengan mendata nama-nama penerima bingkisan berdasar rekomendasi koordinator/perwakilan tiap angkatan. Di waktu bersamaan, panitia melakukan galang dana secara terbuka melalui web dan kanal-kanal resmi IKARHOLAZ dari tanggal 13-30 April 2021.

Hasil penggalangan dana dirupakan dalam bentuk  bingkisan paket sembako senilai Rp. 200.000,-  Sementara pelaksanaan pembagian bingkisan dilaksanakan antara tgl 1-5 Mei 2021 yang oleh panitia dikumpulkan pada koordinator angkatan alumni untuk selanjutnya disalurkan pada nama-nama yang sudah dimasukkan daftar penerima.

Paket sembako oleh panitia dikemas sedemikian rupa terdiri dari : Beras 5 kg, Minyak Goreng 2 Lt, Gula 2 Kg, Biskuit, Mie Telor, Teh Celup, Kecap, Sarden, Susu Kental Manis, Sirup dan Indomie Goreng. Selain paket tersebut, masih ada tambahan amplop berisi uang baru nominal Rp. 75.000,-.

Oleh panitia disepakati bahwa target dana yang dibutuhkan minimal Rp. 60 juta dengan estimasi Rp. 200.000 x 10 paket bantuan x 30 angkatan alumni. Namun tak disangka, sampai hari terakhir terkumpul dana sebesar Rp. 73.093.777,-.  Dari nominal tersebut dibelanjakan sejumlah 250 Paket Sembako @ Rp. 200.000 , )250 Lembar uang baru @ Rp. 75.000 , THR untuk 5 guru @ Rp. 500.000, dan Bingkisan Guru senilai Rp.   600.000,-

Total pembelanjaan sebesar Rp. 71.750.000,- atau bersisa Rp. 1.373.777. Sisa dana ini kemudian disepakati oleh tim Laskar Ramadhan untuk disumbangkan ke masjid SMPN 12 Surabaya setelah digenapkan Rp. 1,4 juta oleh panitia. Sekedar diketahui, Laskar Ramadhan sendiri merupakan sebutan untuk panitia yang bergerak dalam aksi “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah” ini.

Dyah dari alumni 1988 selaku Ketua Panitia Laskar Ramadhan menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya program ini dengan baik.

“Masyaa Alloh…matursuwun sanget nggih tuk semuanya… Buat panitia yang telah bersusah payah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk acara berbagi bingkisan Lebaran ini. Jujur terharu banyak alumni yang senang mendapat bingkisan Lebaran ini. Apalagi mereka dengan tulus mendoakan semua yang terlibat pada kegiatan ini. Mulai Donatur sampai panitia”.

Mbak Dyah menutup kesannya dengan harapan dan doa “Mohon disampaikan ke angkatannya masing-masing, kami dari panitia mengucapkan Jazaakallohu khoiron katsiro atas ssgala support sedekahnya. Semoga ini menjadi syafaat dan saksi kita di Yaumil Akhir”.

Dari perwakilan alumni yang menerima, kesan baik disampaikan oleh Yoko dari alumni angkatan 1983. “Alhamdulillah…saya atas nama alumni Rolas 83 mengucapkan terima kasih kepada IKA RHOLAZ yang sudah meluangkan waktu juga tenaga untuk memberikan sembako kepada teman-teman alumni 83 yang saat ini keadaannya memang membutuhkan, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan berkah buat kita semua… Aamiin. Jazakumullah khoiron katsiran”.

Guru-guru yang menerima tali asih bingkisan lebaran ini pun juga menyatakan kebahagiannya, oleh karena di usianya yang senja masih ada mantan anak didik yang memperhatikan. Guru-guru yang mendapatkan Paket Bingkisan Lebaran ini yaitu Bpk. Mardjuki, Bpk. Fadhil, Ibu Murtiningsih, Alm. Bpk. Udik dan Almh. Bu Asri. Saat menghaturkan bingkisan lebaran ke Bu Asri pada Minggu (2/5/2021) lalu , panitia terkejut bahwa ternyata Bu Asri baru saja meninggal beberapa hari sebelumnya. Tepatnya 28 April 2021.

Arry Pribawanto selaku Ketua Umum IKARHOLAZ menutup kegiatan “Ramadhan Berbagi Penuh Berkah”ini dengan memberikan apresiasi pada pihak terlibat. “Matur nuwun dulur-dulur IKARHOLAZ yang saya cintai dan saya banggakan, Ramadhan kali ini, ditengah mewabahnya virus covid-19. Kita masih diberi tenaga untuk melakukan kegiatan positif dalam upaya mewujudkan kepedulian bersama”.

Selanjutnya Bogenk, sapaan akrab Arry Pribawanto mengaku terkejut dengan hasil yang diperoleh. Tentu ini membutuhkan tenaga ektra bagi panitia setelah 3 minggu bertugas, dan 5 hari full packing dan distribusi. “Sudah ditutup tapi masih ada yang transfer.  Alhamdulillah. Tetap tersalurkan semua.” Pungkasnya.

Dari catatan redaksi, kegiatan sosial menyambut bulan Ramadhan tidak saja dilakukan PP IKARHOLAZ. Banyak tiap angkatan melakukan misi serupa dengan bentuk kegiatan berbeda. Seperti alumni 89 yang berbagi takjil di TPQ Babussalam Ngijo, Malang. Songji dengan pembangunan TPA di Pacet, dan lainnya.

Beberapa angkatan ada juga yang “berimprovisasi” dalam program RAMADHAN BERBAGI PENUH BERKAH. Seperti yang dilakukan Songotelu dengan menambah sendiri sejumlah paket bingkisan selain yang diterima dari PP IKARHOLAZ. Penambahan dilakukan karena ada beberapa alumni 93 dan guru (era 93, red) tidak tercover Laskar Ramadhan karena keterbatasan kuota angkatan.

Reporter: Okki
Editor: Novi
Foto: Toro, Swediarifin, dan Anonim

Foto-foto

soNGOPItu Sukses Helat Reuni perdana bertajuk “Temu Guyon Guyub Genah

soNGOPItu Sukses Helat Reuni perdana bertajuk “Temu Guyon Guyub Genah”

“Ga’ tuku pecel tah nang lapangan; rupamu sik pancet ae; jengkeng jengkeng…” serta berbagai ungkapan lain dilontarkan seseorang pada temannya secara akrab dan berbalas-balasan. Malam itu di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, para alumni SMPN 12 Surabaya lulus tahun 1997 bertemu di dunia maya untuk mengadakan reuni secara virtual.

Oleh karena dilakukan secara virtual, maka berbagai guyonan semacam di atas tentu hanya dilakukan secara chatting melalui media zoom. Namun demikian, meskipun terbatas oleh jarak dan waktu, tidak mengurangi keakraban anak-anak angkatan 1997 yang menyebut komunitas mereka dengan nama soNGOPItu ini.

Setelah sekian waktu berkomunikasi melalui media grup WA, hari Minggu tanggal 14 Februari 2021 menjadi hari yang bersejarah bagi alumni angkatan 1997. Betapa tidak, setelah lebih dari tiga puluh tahun berpisah, malam itu mereka sepakat untuk bertemu pertama kalinya. Meskipun pertemuan itu harus dilakukan secara virtual karena adanya pandemi Covid 19, namun langkah awal ini sudah menjadi gebrakan yang baik untuk mengumpulkan ‘tulang-tulang yang terpisah’.

Meskipun harus diakui, tidak mudah untuk mengumpulkan teman-teman yang sudah tersebar ke pelosok negeri ini. Oleh karena itu bisa dipahami kalau tidak semua bisa bergabung dalam pertemuan yang dikoordinasi oleh Herry Hermawan. Herry sendiri saat masih aktif berseragam putih biru merupakan ketua OSIS, sehingga tidak sulit bagi dia untuk mengkoordinasi teman-temannya bergabung dalam reuni ini.

Acara reuni virtual ini sendiri dipandu oleh Yossi Al Amien, alumni kelas 3C yang juga menyediakan fasilitas zoom secara premium. Yossi mengatakan pada IKARHOLAZ.COM “Sebenarnya teman-teman di WAG mengusulkan rencana ingin kumpul-kumpul, sedangkan (situasi) masih ada pandemi, saya menawarkan fasilitas zoom yang bisa menampung banyak partisipan dan durasi lama”. Informasi pemberitahuan adanya virtual ini hanya melalui WAG yang terbentuk sejak 10 Agustus 2016.

Reuni virtual soNGOPItu ini dibuka oleh Herry selaku koordinator acara yang dilanjutkan dengan ceramah singkat dari Ustadz Aditya Rahman Yani yang merupakan alumni kelas 3H. Ustadz Aditya dalam uraoan singkatnya menyampaikan bahwa silaturahim merupakan amalan yang bisa memasukkan orang ke Surga. Selain itu kesempatan reuni seperti malam itu bisa digunakan sebagai kesempatan untuk bersinergi antara satu alumnus dengan alumnus lain yang bisa jadi sudah mapan dengan profesi masing-masing.

Meskipun dikemas secara virtual, namun acara ini makin berbobot dengan adanya presentasi yang disampaikan oleh Rizky Diansyah. Rizky yang aktif di berbagai organisasi di kalangan pengusaha ini mengatakan dalam paparannya bahwa pertemuan reuni semacam malam itu penting sekali karena bermanfaat meluaskan rezeki dan juga sebagai salah satu bentuk keimanan pada Allah. Alumni kelas 3B yang sekarang bermukim di ibu kota ini menutup pemaparannya dengan menyampaikan pesan “ Jangan tanya untungnya apa untukku, Tapi mulai dengan tanya pada diri sendiri apa yang bisa aku berikan untuk ikatan alumni ini”.

Sebagai acara puncak yang ditunggu-tunggu yaitu perkenalan semua peserta zoom atau reuni virtual ini. Perkenalan dilakukan masing-masing per kelas sesuai jumlah yang hadir. Meskipun mereka berasal dari angkatan alumni yang sama, namun seiring berjalannya waktu tentu tidak mudah mengingat wajah dan nama masing-masing. Oleh karena itu untuk menambah keakraban, maka satu per satu yang hadir di zoom memperkenalkan dirinya dimulai dari kelas A berurutan hingga kelas berikutnya.

Dari sini mulai terungkap dan diketahui selain nama, juga profesi dan domisili mereka saat ini. Alumni angkatan 1997 saat ini sudah tersebar ke berbagai pelosok negeri. Tidak hanya yang ada di seputaran Surabaya dan sekitarnya. Beberapa di antaranya ada yang menetap di Jabodetabek, hingga ada yang di luar pulau seperti Lombok, Gorontalo bahkan ada yang menetap di Kuala Lumpur.

Menjelang pkl. 22.00, reuni virtual soNGOPItu ini berakhir dengan berbagai wajah kepuasan dari masing-masing alumni. Kerinduan mereka pada teman-teman yang sudah terpendam sekian lama sudah terlampiaskan. Sandri, alumni kelas 3J yang malam itu bertindak sebagai operator jalannya zoom, mengungkapkan pada tim IKARHOLAZ.COM bahwa semua persiapan acara reuni ini hanya berlangsung selama dua minggu.

Sandri mengungkapkan kesannya setelah terselenggaranya reuni ini “Alhamdulillah bahagia sudah mulai terkumpul sekeping demi sekeping kenangan masa SMP lalu dan sekarang tinggal bagaimana kita akan membawa hubungan pertemanan ini ke tingkatan yang lebih bermanfaat bagi teman-teman yang lain” .

Senada dengan yang disampaikan oleh Sandri, Herry selaku koordinator acara berharap untuk selanjutnya ada kepengurusan sendiri di antara alumni ’97 lalu menghasilkan program-program yang bermanfaat untuk semuanya. Yossi sendiri cukup terkesan dengan terselenggaranya reuni virtual, mengingat selama ini percakapan yang dilakukan di WAG sudah cukup rame dan seru dengan berbagai topik. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila dilakukan pertemuan tatap muka, diantaranya melalui reuni virtual Songo Pitu Rolas dengan tema acara “Temu Guyon Guyub Genah” ini.

Herry, Yossi dan Sandri yang malam itu menjadi seksi sibuk, tidak bisa menyembunyikan kerinduannya pada SMPN 12 sebagai sekolah yang membesarkan dan mendidik mereka saat memasuki usia remaja. Yossi mengenang pak Mardjuki sebagai guru yang tegas dan memotong rambut laki-laki yang terlihat panjang atau gondrong. Namun demikian, bagi Yossi tindakan itu merupakan bentuk penanaman sikap disiplin yang dampaknya dirasakan saat sudah dewasa. Sandri pun menyampaikan doanya supaya guru-guru yang pernah mengajar mereka tetap bahagia dan sehat selalu di masa-masa senja beliau-beliau.

Sebagai penutup perbincangan, Herry menyampaikan harapannya pada IKARHOLAZ supaya makin solid dan banyak manfaatnya yang bisa dirasakan oleh semua alumninya. Secara khusus Ary Pribawanto, selaku ketua umum Ika Rholaz, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan reuni virtual angkatan ’97 ini. Dia berpesan supaya angkatan 97 menjaga kekompakan, tetap menjalin silaturahmi dan ke depannya bisa mendukung program-program IKARHOLAZ.[]

Reporter: Okky Tri Rahardjo

Kreator Logo IKARHOLAZ Berpulang

Tidak ada yang menduga jumlah umur manusia. Tidak ada yang mengira batas hidup seseorang. Rasanya seakan tak percaya, tapi tidak mungkin dielakkan. Masih terbaca dengan jelas iklan penjualan Madu Asli dan Susu Almond yang kemarin dia promosikan di grup Ika Rholaz pada Pkl. 11.38 WIB.

Hari ini seluruh warga grup WA Ika Rholaz terhenyak mendengar kabar sang pemilik pariwara itu meninggal dunia. Ya, benar sekali Prasetyo Pitranggono yang akrab dengan panggilan Mas Pras telah meninggalkan kita semua, keluarga besar alumni SMPN 12 Surabaya.

Semalam, 14 Februari 2021 Mas Pras berpulang karena mengalami serangan jantung. Seharian itu beliau terlihat kurang sehat fisiknya. Sore itu Pras mendapatkan panggilan untuk terapi seorang pasien, sesuai dengan keahliannya sebagai seorang terapis pijat refleksi, dia pun berangkat menunaikan tugasnya.

Di tengah-tengah melakukan terapi pada pasiennya, Pras sudah menahan kesakitan. Entah mengapa saat itu dia merasa lelah sekali dan seperti ada sesuatu yang menekan di dadanya. Tubuhnya berkeringat, wajahnya pucat. Dia tidak bisa berlama-lama menjalankan tugasnya. Segera saja dia terburu-buru pamit undur dari rumah sang pasien.

Namun karena tak kuasa menahan sakit, daripada terjadi sesuatu di perjalanan, Pras pun memutuskan pulang dengan memesan ojek online. Sepeda motor yang dia gunakan dia tinggalkan di rumah pasien, yang ternyata merupakan orang terakhir yang menggunakan jasanya, dengan janji besok akan kembali untuk mengambil sepeda motor tersebut.

Sesampai di rumah, Pras menghubungi teman baiknya yang juga dikenal bisa memijat dengan baik. Pada teman ini, Pras mengeluhkan sakitnya yang seperti tiba-tiba. Rasanya tubuhnya tidak kuat untuk beraktivitas. Kesimpulan mereka berdua, mungkin karena Pras terlalu kecapekan akibat banyaknya aktivitas yang dijalani.

Namun belum lama Pras dipijat, tiba-tiba dia tidak sadarkan diri sambil mengeluh sakit pada bagian dadanya. Segera saja Pras dibawa menuju ke RSI Jemursari untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pkl. 23.00. Namun sebaik apapun usaha manusia, bila Tuhan berkehendak lain, apa daya kita sebagai manusia. Pkl. 00.05, Pras menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan keluarga yang dicintainya.

Ada banyak ungkapan tidak percaya dan keterkejutan atas berpulangnya Pras, karena kehidupannya meninggalkan banyak kesan yang baik. Pras dikenal sebagai seorang pekerja keras yang ulet dan pantang menyerah. Apapun dia usahakan. Kalau mengikuti WA group Ika Rholaz, betapa ada berbagai macam usaha yang dia kerjakan.

Awal mula dikenal sebagai seorang yang bergerak dalam jasa pembuatan desain logo, lalu menyatakan diri sebagai ahli terapis yang bisa mengatasi sakit seseorang dengan cara dipijat. Belakangan ini pada masa pandemi Pras membuat gebrakan baru dengan bergerak dalam bidang kuliner. Pras menawarkan kue pie susu buatannya. Pie susu ini sangat istimewa karena biasanya hanya kita dapatkan ketika berkunjung ke Pulau Bali, namun melalui Pras kita bisa mendapatkannya tanpa perlu meninggalkan Kota Surabaya.

Masih hangat dikenal sebagai penjual pie susu, dia mempromosikan juga Susu Almond dan Madu Asli. Baiknya lagi, untuk keluarga besar Ika Rholaz, Pras menyediakan diri untuk mengirimkan sendiri kue dan madu atau susu untuk pemesanan dengan alamat Kota Surabaya tanpa adanya tambahan biaya jasa pengiriman.

Demikian juga berbagai usaha lain sempat ditekuni oleh Pras demi usaha untuk mencari rejeki bagi keluarganya. Adapun sebagian usaha yang ditekuni oleh Pras sudah dia daftarkan dalam listing Ika Rholaz.

Lapak Mas Pras di listing IKARHOLAZ.ID

Salah satu sahabat baik Pras yaitu Andre menyatakan kedukaannya. Andre mengenang Pras sebagai seorang yang berpendirian teguh, ulet dan mudah bergaul. Mereka berdua yang sama-sama lulusan SMP 12 tahun 1991 ini merupakan sahabat karib yang masih berkomunikasi dengan baik. Andre berujar “Seminggu lalu kami masih bertemu di Pasar Pucang untuk CODan barang yang dia tawarkan”.

Andre tidak menyangka bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir mereka berdua. Andre mengingat masa-masa mereka pernah satu kelas saat kelas 2N, “Pras itu termasuk orang yang Don Juan, soalnya ngganteng kan orangnya… Dia juga pintar, makanya kan masuk SMA 2”. Andre menguraikan sifat Pras yang mudah bergaul sehingga banyak teman, suka bermain musik namun demikian Pras juga dikenal sebagai orang yang berkepribadian keras yang menjadikan dia memiliki pendirian teguh.

Bagi kalangan Ika Rholaz secara pribadi, Pras dikenang sebagai pembuat logo Ika Rholaz yang saat disayembarakan, logo buatannya mendapatkan apresiasi sebagai pemenang. Saat itu Ika Rholaz baru terbentuk secara organisasi dan diadakan Munas untuk pertama kalinya.

Sebagai sebuah organisasi tentu memerlukan identitas sebuah logo, keahliannya dalam bidang desain membuat Pras memberanikan diri untuk mengikuti lomba pembuatan logo Ika Rholaz. Hal ini tentu bukan semata demi keuntungan materi semata yang dia kejar. Kecintaannya pada almamater sekolah yang mendidik dan membesarkannya itulah yang membuat dia rela menyisihkan waktu demi membuat logo yang diberinya nama Segitiga Kebahagiaan itu.

Ada banyak kenangan kita sebagai sesama alumni SMP 12 terhadap seorang Prasetyo Pitranggono atau kita memanggilnya dengan sebutan Mas Pras. Meskipun interaksi kita sebagai sesama alumni dengan dia belum begitu lama, namun kenangan dan eksan dia sebagai seorang yang baik, tentu tidak bisa diragukan lagi.

Secara pribadi, setelah sekian waktu komunikasi melalui media sosial, penulis bertemu Mas Pras untuk pertama kalinya saat even Ika Rholaz Peduli di sebuah rumah makan di bilangan Manyar Rejo. Kami berbincang sejenak sekedar untuk mengenalkan diri masing-masing secara langsung. Saat ada sesi foto bersama, secara kebetulan saya ambil posisi bersebelahan dengan dia. Tidak saya duga, ternyata itu pertemuan pertama yang sekaligus pertemuan terakhir dengan Mas Pras.

Selamat jalan Mas Pras, doa kami menyertaimu…

Reporter: Okky Tri Rahardjo

Talkshow IKARHOLAZ di LPPL Radio Suara Sidoarjo

Empat pemuda Ikarholaz mendapat kehormatan dari Aries Widojoko,  direktur Radio SS (Suara Sidoarjo) untuk mengisi talkshow di salah satu radio LPPL (Lembaga Penyiaran Publik Lokal) Indonesia yang dipimpinnya. Talkshow berlangsung 30 menit di studio Suara Sidoarjo Jl. Pahlawan Sidoarjo pada Selasa (17/11/2020).

Menurut Josi, salah satu peserta talkhow, radio Suara Sidoarjo dapat menjadi media partner untuk program-program Ikarholaz. “Kita harus sering kreatif untuk buat program dan konten-konten event agar dapat lebih banyak traction, subscriber dan partisipan baik untuk media radio maupun media sosial Ikarholaz.