Woro-woro

Sambut 2nd Anniversary, IKARHOLAZ adakan Kontes Video

Tak terasa usia organisasi ikatan alumni SMPN 12 Surabaya hampir mendekati 2 tahun. Menyemarakkan hari jadi yang berlangsung November 2020, IKARHOLAZ mengadakan kontes Video bertajuk “Bersatu Dalam Keberagaman Bergerak Untuk Kemanfaatan”. Dalam kontes ini panitia mengundang circle-circle yang ada di alumni SMPN 12, seperti klub hobi, arisan, komunitas, dan lain-lain. meski begitu, pendaftar bisa juga sebagai perorangan. Info selengkapnya klik Kontes Video 2nd.

Untuk pendaftaran klik Kontes (section paling bawah)
5 pendaftar pertama berhak atas Voucher Java Fishing senilai Rp 25.000

KORBS IKARHOLAZ Ajak Nobar Film SI DOEL THE MOVIE 2

Dalam rangka mengapresiasi sebuah film nasional yang sudah sangat melegenda di hati masyarakat Indonesia – yaitu film ” SI DOEL 2 “, Bidang KORBS akan mengkoordinir NONTON BARENG film tersebut.

Kegiatan Nonton Bareng Film akan dilaksanakan pada Jum’at, 14 Juni 2019, di Tunjungan 3 XXI. Harga tiket Rp. 35.000,-. Yang berminat silakan transfer ke Rekening Bidang KORBS – IKARHOLAZ  : BNI 46 Graha Pangeran, No. 0829323770, an. EDDIN FITHRI atau SRI PURWANINGSIH.

Trailer Film Si Doel The Movie 2

KORBS IKARHOLAZ Ajak Nobar Film Jack

Bidang KORBS ( Kerohanian, Olah Raga, Budaya, dan Seni ) IKARHOLAZ mengajak alumni SMPN 12 Surabaya untuk nonton bareng film Jack di salah satu sinema di Surabaya. Satu alasan utama kenapa Rholazer harus nonton karena si Jack (Arief Wibhisono) adalah alumni Rholaz 2009.

Bagi yang minat sila hubungi Hartini – RHOLAZ’er ’88 ( HP. 081703360110 ) atau Sri Purwaningsih Andarmari – RHOLAZ’er ’85 ( HP. 081252715100 ). Harga tiket cuma Rp. 50.000, sudah termasuk soevenir.

Pembayaran melalui Rekening Bank : Ester Kristiana – RHOLAZ’er ’85 ( BCA, No. Rek. : 0180373772, an. Ester Kristiana ).

Sekilas tentang film Jack

Film Jack garapan sineas Indonesia M. Ainun Ridho dengan Haikal Damara sebagai penulis skenarionya ini kental dengan nuansa Surabaya. Tak mengherankan karena film ini melibatkan banyak sineas dan para pemeran, termasuk lokasi shooting di kota Pahlawan.

Menceritakan Jack (Arief Wibhisono), keturunan Arab, yang dipaksa untuk meneruskan usaha toko milik Abinya, Wak Dollah (Eko Tralala).

Demi mengikuti keinginan Abinya, Jack pun rela kuliah di jurusan yang tidak sejalan dengan dunia seni yang ia cintai. Bahkan sudah hampir tujuh tahun kuliahnya tak kunjung usai.

Suasana makin tidak harmonis, ketika Wak Dollah mengetahui kedekatan Jack dengan gadis keturunan Tionghoa, Meyling (Grace Tie), anak tunggal Koh Halim (Hengky Kusuma), juragan toko obat China ternama di Surabaya.

Sumber Daya Daerah

JACK - Persahabatan Yang Ditentang, Angkat Budaya Lokal Surabaya
Arief Wibhisono dan Grace Tie

Jack adalah film garapan arek Suroboyo yang menggandeng siswa SMK dr. Soetomo yang resmi akan tayang di bioskop se-Jatim pada 16 Mei 2019.

Film ini sangat kental dengan nuansa Surabaya, mulai dari kru, bintang film, hingga bahasa yang menjadi dialog dalam film itu. Tak hanya itu, film ini pun melibatkan 35 siswa kelas 2 dan 1 SMK dr. Soetomo jurusan Film dan Multimedia sebagai kru produksi.

“Meski menggunakan dialog khas Surabaya, penonton tidak perlu khawatir karena telah dilengkapi subtitle bahasa Indonesia,” ungkap kepala SMK dr.Soetomo.

Anton mengungkapkan film ini bekerjasama dengan sebuah production house yaitu Air Films.

Sarana Belajar Toleransi

JACK - Persahabatan Yang Ditentang, Angkat Budaya Lokal Surabaya
Kru dan Pemeran Film Jack

Secara garis besar film ini berkisah tentang anak kuliahan etnis Arab bernama Jack yang diperankan oleh Arief Wibhisono, yang bersahabat dengan gadis keturunan Tionghoa bernama Meyling yang diperankan oleh Grace Tie. Namun kedekatan di antara keduanya ditentang oleh kedua keluarga mereka.

Sutradara M Ainun Ridho mengungkapkan tema dasar dari film ini adalah tentang toleransi. Dengan segala etnis di Surabaya dan sikap toleransi warganya, menurutnya dapat menjadi contoh kecil tentang toleransi di Indonesia.

“Film yang secara lengkap menonjolkan Surabaya bisa saya klaim ini yang pertama. Nanti setelah ini pasti banyak yang tertarik untuk mengambil film dengan latar Suroboyoan,” ujarnya.

Itu sebabnya ia tak ragu menggandeng anak-anak muda dari Surabaya dalam penggarapan film ini.

Well, seperti apa hasil akhir dari film ini? Simak saja penayangannya langsung di bioskop pada 16 Mei 2019.

Sumber: layar.id