93

Aneka Lomba Warnai Agustusan di WAG iKARHOLAZ

Perayaan kemerdekaan Indonesia tidak selalu harus diisi dengan kegiatan formal macam upacara bendera. Demikian juga dalam suasana pandemi seperti ini pertemuan tatap muka pun harus dihindari semaksimal mungkin. Lomba-lomba dan acara tasyakuran yang biasanya marak diadakan di berbagai kampung pun harus ditiadakan. Namun hal ini ternyata tidak menyurutkan niat anggota WAG Ika Rholaz untuk memeriahkan hari jadi bangsa Indonesia ke-76.

Pada tanggal 17 Agustu 2021 dengan difasilitasi oleh Dini Herawati (Rholaz ’93), WAG Ika Rholaz mengadakan beberapa perlombaan yang dilakukan secara virtual. Lomba-lomba yang digulirkan yaitu kuis yang berupa menjawab pertanyaan seputar pengetahuan umum. Ada juga lomba fotografi dan lomba puisi. Tidak ketinggalan pula lomba pantun yang dilakukan secara spontan.

Selepas Pkl. 11.00 WIB, Dini memulai kuis dengan mengajukan pertanyaan dari mana Tari Piring berasal. Pertanyaan pertama itu berhasil dijawab oleh Princess Fitri yang juga merupakan Rholazer ’93. Selanjutnya beberapa pertanyaan seputar sejarah dan pengetahuan umum diajukan oleh Dini yang harus dijawab secepatnya dengan mengirimkan chat jawaban pada WAG. Siapa yang lebih dulu mengirimkan jawaban, maka dialah yang berhak menjadi pemenang.

Antusias anggota WAG ika Rholaz dalam mengikuti kuis ini begitu besar. Hal ini terbukti dari banyaknya chat yang terlontar setiapkali Dini mengajukan pertanyaan. Tidak terasa hanya dalam waktu setengah jam, kuis telah berakhir dengan memunculkan sepuluh pemenang. Tidak hanya berupa kuis, lomba dalam bentuk lain pun diadakan dengan melibatkan potensi unggulan WAG Ika Rholaz. Lomba fotografi juga digelar untuk mewadahi minat dan hobby alumni terhadap bidang yang satu ini. Adapun pemenang lomba foto ini yaitu Ninin (Rholaz ’90), Setyo Budi (Rholaz ’91) dan Hernowo (Rholaz ’87).

Lomba berikut yang digelar yaitu lomba puisi tema Kemerdekaan Indonesia. Ponco (Rholaz ’89) yang selama ini karya puisinya sering menghiasi WAG Ika Rholaz, seakan disepakati tanpa bantahan untuk menjadi juara pertama. Menyusul berikutnya yaitu tim dari Songji atau Rholazer 91 dan Yuhanda alumni SMPN 12 yang saat ini bermukim di Jakarta. Tak ketinggalan, diadakan juga lomba pantun yang menghasilkan tiga pemenang yaitu Ninin (Rholaz ’90), Nenny (Rholaz ’86) serta Swediarifin (Rholaz ’95).

Pada malam hari, sekitar Pkl. 20.00 lomba ditutup dengan diumumkan nama pemenang beserta hadiah yang diterima oleh masing-masing. Dini sebagai pemrakarsa lomba menyediakan fasilitas hadiah berupa uang dengan nominal yang berbeda serta beberapa voucher belanja. Semua anggota WAG tampak pas dan senang, baik yang berhasil menjadi pemenang maupun yang hanya menjadi penggembira. Pada akhirnya semua menyadari bahwa tujuan akhir bukanlah nilai hadiah yang dikejar, tapi kebersamaan sebagai alumni SMPN 12 Surabaya lintas angkatan dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.*** (Okky)

Generated content by Saklosen.
Foto ilustrasi diambil dari YT Vicky Adeputra

IKA 12 Songotelu Tuntaskan Program Ramadhan 1440H dengan Sumbangan Pembangunan Panti Bonek

Bonek bukan sekadar urusan mendukung dan mencintai Persebaya Surabaya saja. Bagi para loyalis Green Force, Bonek adalah identitas, semangat, serta jalan hidup yang mereka tempuh untuk mengabdi ke masyarakat.

200 Bonek gotong royong bangun panti (sumber: persebaya.id)

Di Sidoarjo, komunitas Bonek Mania yang menyebut diri Bonek SKJ 27 dan Bonek Sobo Panti ini tengah membangun sebuah panti asuhan yang diberi nama Panti Asuhan Bonek.

Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda mendapat kehormatan untuk meletakkan batu pertama dalam pembangunan Panti Asuhan Bonek. Alumni SMPN 12 tersebut tampak sangat kagum dengan gagasan mulia yang direalisasikan oleh komunitas Bonek asal Sidoarjo ini.

“Ini pertama kali suporter sepak bola mendirikan panti asuhan bahkan mungkin pertama kali di dunia,” sanjung alumni 93 kelas G itu.

“Saya terharu dengan kegiatan mulia ini. Semoga dengan dibangunnya panti asuhan ini dapat menginspirasi seluruh Bonek untuk terus menjadi lebih baik lagi kedepannya,” harap mantan CEO dari Grup Jawa Pos.

Presiden club PERSEBAYA Azrul Ananda, Alumni Rholaz 93, turut hadir meletakan batu pertama pembangunan panti. (sumber: youtube)

Dalam perjalanannya, niatan apik 2 kelompok bonex itu disambut respons positif dari masyarakat. Banyak donatur yang datang untuk memberikan dukungan materi agar Panti Asuhan Bonek segera tegak berdiri, dan mengayomi anak-anak yatim-piatu. Tak terkecuali dengan IKA 12 Songotelu.

Melalui Andi Gober, pengurus IKA 12 Songotelu bidang olah raga, koordinasi penggalangan dana terus dilakukan. “Saat ini proses pengerjaan dan pembangunan panti asuhan sudah berlangsung sekitar 75%.” kata pentolan bonex 93 itu.

“Maka dari itu, saya berinisiatif membantu menggalang dana untuk membantu proses pengerjaan panti tersebut”. Imbuhnya.

Andi tidak menyebut besar nominal yang disumbangkan untuk pembangunan panti. Menurutnya, seluruh dana sudah diserahkan ke pengurus yayasan Wani Sobo pada Sabtu (1/6/2019) sore.

Sumbangan alumni 93 untuk pembangunan panti Wani Sobo menjadi rangkaian terakhir program Ramadhan Viesta 93 dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H. Sebelumnya telah berlangsung berturut-turut acara mulai dari bagi takjil on the road, buka bersama, visiting dan santunan untuk anak yatim panti Adinda, anak yatim alumni 93, anak yatim panti As-Salam, dan panti Werdha Hargo Dedali. [ncl]

Usai Santuni Anak Yatim As-Salam, IKA 12 Songotelu Kunjungi Panti Werdha Hargodedali

Banyak cara dalam beribadah, banyak tempat untuk berbagi. Seperti pada Ramadhan 1440 H dan bertepatan dengan pekan terakhir ibadah puasa, IKA 12 Songotelu lakukan aksi sosial ke panti asuhan anak yatim dan panti jompo.

Acara yang diadakan pada Kamis (30/7/2019) , di dua tempat berbeda yakni panti asuhan anak yatim As-Salam Gunung Sari Indah, Surabaya dan panti jompo Hargodedali ini berlangsung lancar. Hanya 4 alumni yang bisa mewakili, karena banyak yang sibuk jelang persiapan lebaran. Masing-masing adalah Aris, selaku ketua IKA 12 Songotelu, Irma, Yuvi, dan Etty.

Di panti asuhan milik Yayasan As-Salam, pukul 15.00, perwakilan IKA 12 Songotelu menyerahkan paket santunan kepada seluruh penghuni panti yang berjumlah 34 anak yatim. Isi paket berisi uang tunai, makanan dan minuman. Selain itu, perwakilan alumni juga menyerahkan uang tunai sejumlah Rp. 1,2 Juta untuk panti.

Satu setengah jam kemudian, usai menunaikan amanah angkatan alumni 93 SMPN 12 Surabaya, perwakilan menuju ke komplek Manyar Kartike guna mengunjungi panti Jompo Hargo Dedali. Di panti yang didirikan oleh sosok-sosok Pejuang Wanita ’45 Jawa Timur dan diprakarsai oleh almarhumah Ibu R. Soedarijah Soerodikoesoemo (Ibu Dar Mortir) ini, perwakilan Songotelu menyerahkan paket santunan ke panti dengan penghuni 50 lansia tersebut.

Paket tersebut berisi sembako, susu, kue kaleng, dan energen. Sedikit berbeda dengan panti asuhan anak yatim, kepada panti jompo Hargodedali, perwakilan alumni menyumbangkan uang tunai sebesar Rp. 1,5 Juta.

Kunjungan ke dua panti disambut hangat oleh tuan rumah. Yuvi Primadini, ketua bidang sosial IKA 12 Songotelu merasakan kebahagiaan bisa membantu mengurus anak yatim. Terlebih saat berada di panti jompo, ada keindahan dalam kebersamaan dan berbagi ke orang tua. “Ini mengingatkan kita bahwa nanti kita juga akan seperti eyang-eyang di panti ini.” Katanya.

Tuti Handayani, yang berhalangan hadir, menyebutkan, kegiatan sosial ini dimaksudkan sebagai ungkapan cinta kasih kepada anak-anak juga kepada senior-senior kita, ungkap koordinator Ramadhan Viesta 93. Wanita yang kesehariannya menjadi dosen tersebut juga memaparkan manfaat kegiatan bakti sosial. Sebagai bentuk rasa syukur, juga sebagai peringatan kepada kita, agar kita selalu peduli terhadap sesama dan bisa menghargai nikmat yang telah kita beri, tegasnya melalui pesan WA. [ncl]

Bagi Takjil IKA 12 Songotelu, Antrian Panjang Mengular Meski Takjil Sudah Habis

Kegiatan Ramadhan tak pernah lepas dari bagi takjil. Hampir semua perkumpulan/organisasi mengagendakannya. Kegiatan ini juga kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Antrian panjang sering mewarnai kegiatan ini, tak terkecuali dengan bagi takjil IKA 12 Songotelu, sebutan Ikatan Alumni SMPN 12 tahun lulus 93 Surabaya.

Uniknya, dalam bagi takjil yang dilaksanakan di seberang POM Bensin Margorejo pada Sabtu sore (25/5/2019) ini masih terjadi antrian meski takjil yang dibagikan sudah habis. “Mungkin karena terlalu panjangnya antrian.” Kata Tuti Handayani, koordinator bagi takjil.

Dalam kegiatan bertajuk Ramadhan Fiesta 93 tersebut tersalurkan 250 paket takjil ke masyarakat pengguna jalan Margorejo. Setiap paket berisi roti, kue basah, kurma, dan teh sosro, hasil dari penggalanan donasi dari 80 alumni Songotelu. Isi paket tersebut sudah termasuk produk teh kemasan dan kurma dari Ika Rholaz yang disalurkan lewat program “Berbagi Takjil Lintas Alumni.”

Dihubungi di lokasi, ibu 4 anak ini mengaku bersyukur dengan hasil pelaksanaan bagi takjil dan berharap tidak berhenti di tahun ini saja. “karena silaturahmi 93 bisa terjalin terus dengan kegiatan ini.” Pungkasnya.

Ramadhan Fiesta menjadi nama kegiatan Alumni 93 SMPN 12 Surabaya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H atau 2019 M. Diantara kegiatannya adalah bagi takjil on the road, buka bersama dan santunan untuk anak yatim panti Adinda dan anak yatim alumni 93, santunan untuk panti As Salam, santunan untuk panti jompo H.Dadali, dan sumbangan pembangunan panti asuhan Bonek di Sidoarjo. (NCL)

Foto Kegiatan