Alumni 85 Jadi Dalang Wayang Inklusi dalam Peringatan Hari Disabilitas International

Memperingati Hari Disabilitas International (HDI), Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya bersama Komunitas Mata Hati (KMH) mengadakan pagelaran wayang inklusi dengan judul Babad Alas Amarta (BAA) pada Sabtu, 14 Desember 2019 dengan dalang wayang Gandi Wicaksono, yang merupakan alumni SMPN 12 Surabaya angkatan 1985. Gandi sendiri sekaligus menjadi pendamping Komunitas Mata Hati. Pagelaran tersebut nantinya dimainkan oleh beberapa kawan tuna netra, tuna rungu, tuna daksa.

Pagelaran yang bertajuk Babad Alas Amarta (BAA) ini menggambarkan kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh para penyandang disabulitas dalam menghasilkan karya atau mendapatkan pandangan yang sama seperti orang normal. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus semangat kepada penonton yang hadir agar berjuang bersama-sama antara penyandang disabilitas dan orang normal.

“Babat alas sendiri bercerita tentang Pandawa yang dibuang ke hutan yang isinya raja jin. Dimana dia harus menaklukkan itu. Tujuan awal kan agar Pandawa mati tapi justru dari halangan itu mereka jadi survive dan berhasil menguasai.” Terang Titis, ketua acara saat ditanya maksud dari cerita pagelaran wayang yang dipertunjukkan.

Selain dimainkan oleh beberapa kaum disabilitas, pagelaran ini juga dimainkan oleh beberapa pemain non disabilitas dan down syndrom. Para disabilitas saat ini sudah bnyak menunjukkan karya, prestasi, mengenyam pendidikan seperti orang normal di beberapa perguruan tinggi, dan lainnya. Acara ini sudah diselenggarakan yang ke-4 kalinya dan diharapkan selalu diadakan setiap tahunnya. 

Pungut Asmoro, Wakil Rektor III bagian kemahasiswaan juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap potensi kaum disabilitas. Ia juga berharap UNIPA terus konsisten memberikan ruang kreasi bagi kaum disabiltas.

Selain dari Wakil Rektor, tanggapan juga disampaikan oleh penonton dan juga mahasiswa disabilitas yang turut hadir yang mendapatkan banyak pelajaran atas pagelaran ini. Hal ini sesuai dengan harapan terselenggaranya wayang inklusi agar menjadi ajang berbagi pengalaman antar kaum disabilitas sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa kaum disabilitas memiliki kemampuan dan hak yang sama dalam berkarya.

Acara ini digelar oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya bersama dan Komunitas disabilitas Mata Hati (KMH) yang didukung oleh GC3 Adi Buana, Pendidikan Khusus UNIPA, PPDI Surbaya, Pegadaian Surabaya, 100 FM Suara Suarbaya, 96 FM Mercury Surabaya, Metrotv, Indihome, dan Telkom Indonesia.

Selain Gandi Wicaksono, alumni SMPN 12 Surabaya yang turut serta dalam kegiatan adalah Josseph Abriyan dan Ani Damari. Sejumlah alumni dari berbagai angkatan juga tampak di tengah audience. Diantaranya adalah Dini Herawati, Agsan, Subantoro, Novi, dan Hartini.